BATURAJA, PALPOS.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kembali memperpanjang status siaga banjir dan tanah longsor menghadapi puncak musim hujan tahun ini.
"Status siaga banjir dan tanah longsor di Kabupaten OKU diperpanjang hingga 31 Mei 2026," kata Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, Kamis (26/2).
Dia mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya penanggulangan bencana alam sedini mungkin supaya tidak menimbulkan korban jiwa.
"Status siaga diperpanjang menyikapi bencana banjir yang terjadi di beberapa kecamatan di Kabupaten OKU beberapa waktu lalu," katanya.
BACA JUGA:Ratusan Personel Polres OKU Jalani Tes Urine
BACA JUGA:Bulog OKU Bentuk Dua Tim Jemput Gabah Petani
Dalam perpanjangan status tersebut pihaknya meningkatkan kapasitas personel penanggulangan bencana agar banjir dan tanah longsor dapat ditanggulangi sedini mungkin guna mengantisipasi korban jiwa.
Sebanyak 647 personel yang tergabung dalam satgas penanggulangan bencana disiagakan guna menindaklanjuti cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan dampak banjir dan tanah longsor.
Selain personel, pihaknya juga menyiapkan peralatan penanggulangan bencana antara lain empat unit perahu karet, tiga unit perahu fiber, lima unit mesin perahu, satu unit boat, dan tiga unit mobil rescue.
Kemudian, sebanyak 19 unit motor trail, 10 unit mesin sedot apung, enam unit tenda pengungsian, pelampung dan 71 unit tenda keluarga.
BACA JUGA:Bus Kesehatan Keliling Gratis Pemkab OKU, Permudah Akses Layanan Kesehatan Masyarakat
BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD OKU Resmi Masuk Tahap Penyidikan
"Kami juga meningkatkan koordinasi dengan BMKG Provinsi Sumsel mengenai perkembangan situasi iklim, khususnya puncak musim penghujan untuk wilayah Kabupaten OKU," ujarnya. (len)