Puncaknya, partai final akan dimainkan pada 11 April 2026 untuk menentukan raja futsal Asia Tenggara tahun ini.
Dengan komposisi sembilan tim, potensi “grup neraka” sangat terbuka. Jika Indonesia tergabung satu grup dengan Vietnam atau Australia dari Pot 2, persaingan dipastikan sengit sejak fase awal.
Indonesia dan Thailand Jadi Sorotan
Sebagai unggulan Pot 1, Indonesia dan Thailand otomatis tidak akan berada dalam satu grup. Namun keduanya berpotensi bentrok di semifinal atau bahkan final.
Thailand jelas memiliki keuntungan sebagai tuan rumah. Dukungan publik Nonthaburi bisa menjadi energi tambahan bagi mereka.
Di sisi lain, Indonesia datang dengan ambisi membuktikan konsistensi performa.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan futsal Indonesia menunjukkan grafik positif, baik dari sisi kualitas pemain maupun kedalaman skuad.
Vietnam dan Australia di Pot 2 juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Vietnam dikenal disiplin dan solid, sementara Australia menawarkan permainan fisik yang agresif.
Malaysia dan Myanmar di Pot 3 pun kerap menjadi batu sandungan. Sedangkan Timor Leste, Kamboja, dan Brunei Darussalam siap menciptakan kejutan.
Drawing 1 Maret Jadi Penentu Nasib
Semua mata kini tertuju pada proses drawing 1 Maret 2026. Hasil undian akan menentukan peta kekuatan sejak fase grup.
Apakah Indonesia akan mendapatkan grup relatif aman? Atau justru langsung menghadapi ujian berat sejak awal?
Satu hal yang pasti, ASEAN Futsal Championship 2026 bukan sekadar turnamen regional biasa. Ini adalah panggung pembuktian supremasi futsal Asia Tenggara.
Thailand ingin mempertahankan martabat di kandang sendiri. Indonesia ingin menegaskan diri sebagai penantang serius. Negara-negara lain siap mengguncang dominasi dua raksasa tersebut.
April 2026 akan menjadi momen panas bagi futsal ASEAN — dan semuanya dimulai dari drawing.