Ia menambahkan, rotasi merupakan mekanisme lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik.
BACA JUGA:Berkah Ramadan bagi Warga: Rumah Layak, Kesehatan Terjaga
BACA JUGA:PUPR OKI Turunkan Alat Berat, Bersihkan Gulma di Jembatan Belanti
Dirinya juga memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan tersebut.
“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati di masa jabatan kami. Semua ada tempat.
Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” tuturnya
Bupati juga menyinggung praktik patronase politik yang,menurutnya harus ditinggalkan. Penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, dan manajemen talenta.
Muchendi juga mengingatkan pejabat agar menjaga integritas serta tidak memanipulasi data.
“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.
Selain integritas, ia menekankan pentingnya inovasi, adaptasi terhadap digitalisasi, serta kepatuhan pada regulasi dan etika pelayanan publik.
Pejabat diminta menjaga rahasia jabatan dan rahasia negara, serta membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui pendekatan kepemimpinan yang terbuka.
“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan yang jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat.
Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” tutupnya.*