Raphinha yang maju sebagai algojo dengan tenang mengeksekusi penalti pada menit 45+5. Barcelona unggul 2-0 dan memangkas agregat menjadi 2-4.
BACA JUGA:Hasil Fulham vs Tottenham 2-1: Spurs Makin Terancam Degradasi.
BACA JUGA:Hasil Cremonese vs AC Milan: Cremonese Tumbang 0-2 dari AC Milan di Menit Akhir.
Harapan semakin membara.
Babak Kedua: Dominasi Tanpa Gol Penentu
Memasuki babak kedua, Barcelona tetap menguasai permainan dengan penguasaan bola mencapai 71 persen. Atletico lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik cepat.
Marc Bernal kembali menjadi pahlawan pada menit ke-72. Umpan silang Joao Cancelo ke tiang jauh disambut tanpa kawalan oleh gelandang muda tersebut. Gol ketiga tercipta. Skor 3-0, agregat berubah menjadi 3-4.
Barcelona hanya membutuhkan satu gol lagi untuk memaksakan perpanjangan waktu.
Namun di sinilah drama berakhir pahit. Peluang demi peluang gagal dikonversi. Bernal nyaris mencetak hattrick di menit ke-89, tetapi tembakannya melambung tipis. Sepakan melengkung Lamine Yamal di masa injury time juga melebar.
Atletico Madrid bertahan mati-matian. Diego Simeone memasukkan Alexander Sorloth untuk memperkuat lini depan sekaligus membantu pertahanan. Los Colchoneros menderita sepanjang laga, tetapi misi mereka selesai.
Peluit panjang berbunyi. Skor akhir 3-0 untuk Barcelona. Namun agregat tetap 3-4 untuk Atletico Madrid.
Statistik dan Fakta Menarik
Barcelona mencatatkan 21 tembakan berbanding 7 milik Atletico. Mereka juga unggul dalam operan (616 berbanding 212) dan akurasi umpan 90 persen. Bahkan Blaugrana mendapatkan 15 tendangan sudut tanpa balasan.
Namun sepak bola bukan soal dominasi semata. Kekalahan telak di leg pertama menjadi luka yang terlalu dalam untuk dibalikkan.
Para pemain muda seperti Pau Cubarsi, Marc Bernal, Pedri, dan Lamine Yamal tampil luar biasa. Mereka memberikan segalanya. Namun sejarah tidak berpihak.
Atletico Madrid, yang terakhir kali mencapai final Copa del Rey 13 tahun lalu, kini kembali ke partai puncak.