Dari sudut pandang keagamaan, Ketua Nahdlatul Ulama Wilayah Sumatera Selatan, K.H. Hendra Zainuddin, M.Pd.I., mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan kejujuran.
Menurutnya, pelaporan dan pembayaran pajak merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara yang sejalan dengan nilai-nilai amanah dan kejujuran dalam ajaran agama.
Ia menegaskan bahwa kepatuhan pajak bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga cerminan integritas pribadi.
Dorong Kepatuhan dan Kesadaran Kolektif
Melalui Ngabuburit Spectaxcular 2026, Kanwil DJP Sumsel dan Babel berharap tercipta peningkatan kepatuhan pelaporan SPT Tahunan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, dan masyarakat luas.
Pendekatan yang lebih inklusif dan edukatif diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa pajak memiliki peran vital dalam pembangunan nasional.
Seperti halnya ibadah di Bulan Ramadan yang menekankan nilai kejujuran dan tanggung jawab, kepatuhan pajak pun berlandaskan prinsip yang sama.
Dengan sinergi yang terus diperkuat dan dukungan transformasi digital melalui Coretax DJP, Kanwil DJP Sumsel dan Babel optimistis target kepatuhan pajak tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.