Selama Ramadan 1447 H, Puskeswan Prabumulih Tetap Buka Layani Pemeriksaan Kesehatan Hewan

Jumat 06-03-2026,15:42 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Dahlia

Selain pelayanan aktif di lapangan, Puskeswan Prabumulih juga menyediakan pelayanan pasif yang dilakukan secara langsung di kantor UPTD Puskeswan.

BACA JUGA:Ringankan Beban Masyarakat dan Tekan Laju Inflasi, Pemkot Prabumulih Kembali Gelar Pasar Murah

BACA JUGA:Safram di Prabumulih, Waka Polda dan Wali Kota Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas dan Berantas Narkoba

Pelayanan pasif ini memungkinkan masyarakat untuk membawa hewan peliharaan mereka ke Puskeswan guna mendapatkan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, maupun tindakan penanganan tertentu.

“Untuk pelayanan pasif, dilakukan di UPTD Puskeswan Prabumulih yang berada di Jalan Tower. Masyarakat bisa langsung datang ke Puskeswan pada hari kerja saat jam pelayanan,” jelas drh Nora.

Perempuan asal Sumatra Barat ini menambahkan bahwa layanan ini terbuka bagi masyarakat yang memiliki berbagai jenis hewan peliharaan, mulai dari hewan domestik hingga hewan eksotis.

Berdasarkan data kunjungan di Puskeswan Prabumulih, hewan yang paling sering dibawa masyarakat untuk diperiksa antara lain kucing dan anjing.

Namun tidak jarang pula masyarakat datang membawa hewan peliharaan lainnya seperti kelinci, tupai, hingga sugar glider.

“Kunjungan biasanya mencapai belasan orang yang datang membawa hewan peliharaan seperti kucing, anjing, tupai, kelinci, sugar glider dan jenis lainnya,” terangnya.

Menurut drh Nora, tingkat kunjungan masyarakat ke Puskeswan Prabumulih biasanya paling tinggi terjadi pada hari Senin.

Pada hari tersebut jumlah pemilik hewan peliharaan yang datang untuk memeriksakan kesehatan hewan mereka bisa mencapai belasan orang.

“Paling ramai biasanya hari Senin, bisa sampai belasan pengunjung yang datang membawa hewan peliharaan mereka untuk diperiksa,” imbuhnya.

Namun selama bulan Ramadan, jumlah kunjungan masyarakat ke Puskeswan Prabumulih mengalami penurunan dibandingkan hari-hari biasa.

Hal ini diperkirakan terjadi karena perubahan pola aktivitas masyarakat selama bulan puasa, sehingga sebagian pemilik hewan memilih menunda pemeriksaan hewan peliharaan mereka atau datang pada waktu tertentu saja.

“Kalau selama puasa ini jumlah pengunjung biasanya menurun. Dalam sehari rata-rata hanya sekitar lima sampai tujuh orang yang datang,” pungkasnya. (abu)

Kategori :