Tapi yang kami rasakan sekarang justru pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak ini. Mana yang katanya kesejahteraan itu,” keluh RN.
BACA JUGA:Muratara Kembali Viral, Pelajar SMP Melakukan Perundungan Terhadap Teman Sebayanya
BACA JUGA:Cari Pelaku dan Dalang Koruptor Kasus Apar di Muratara, Penyidik Lakukan Hal Ini !
Selain mencemari sumber air warga, masyarakat juga khawatir tumpahan minyak tersebut akan merambah ke kebun kelapa sawit milik warga yang berada di sepanjang bantaran sungai jika tidak segera ditangani secara maksimal.
Atas kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), segera turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan sejauh mana dampak pencemaran yang terjadi.
Masyarakat juga berharap Aparat Penegak Hukum (APH), terutama pihak kepolisian, dapat melakukan penyelidikan apabila dugaan pencemaran lingkungan tersebut terbukti berasal dari aktivitas perusahaan.
“Kalau memang ini mencemari lingkungan dan merugikan warga, kami berharap ada tindakan tegas dari pemerintah dan kepolisian. Tapi sampai sekarang belum ada yang datang ke lokasi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi resmi dari pihak HSE Safety PT Saleraya Merangin Dua (SRMD).
Humas dan HSE Safety PT Saleraya Merangin Dua (SRMD), Tanheri, belum berhasil dikonfirmasi. Nomor kontak yang dihubungi hanya terdengar nada dering sementara pesan melalui WhatsApp tidak ada jawaban. (yat)