Untuk memastikan kesiapan lokasi pembangunan BTS, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten OKI bersama tim Telkomsel melakukan survei lapangan di Desa Deling, yang menjadi salah satu titik rencana penguatan jaringan.
BACA JUGA:Polres OKI Lakukan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026
BACA JUGA:Hangatnya Kebersamaan Ramadan: Lapas Kayuagung Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Kepala Dinas Kominfo OKI melalui Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Telly Thaurussia mengemukakan, survei lapangan penting dilakukan untuk memastikan lokasi pembangunan BTS memenuhi aspek teknis sekaligus mampu menjangkau masyarakat secara optimal.
“Pemeriksaan lokasi dilakukan untuk memastikan berbagai aspek teknis terpenuhi, mulai dari cakupan jaringan hingga kondisi wilayah, sehingga nantinya BTS dapat memberikan layanan yang optimal bagi masyarakat,” ujar Telly.
Dikatakannya lagi, peningkatan kualitas jaringan telekomunikasi juga menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai aktivitas masyarakat desa, tidak hanya untuk komunikasi, tetapi juga untuk pendidikan, layanan publik, hingga pengembangan ekonomi digital.
Kedatangan tim survei di Desa Deling disambut Kepala Desa Amir Amzah bersama tokoh masyarakat setempat.
Amir menyambut baik rencana penguatan jaringan Telkomsel di wilayahnya yang selama ini masih menghadapi keterbatasan kualitas sinyal di beberapa titik.
Menurut Amir, keberadaan BTS baru akan sangat membantu masyarakat, terutama pada momen Lebaran ketika komunikasi dengan keluarga di perantauan meningkat.
“Kalau sinyal sudah bagus, masyarakat bisa lebih mudah berkomunikasi dengan keluarga yang berada di luar daerah.
Apalagi saat Lebaran, biasanya banyak warga melakukan panggilan video dengan kerabat di perantauan,” tuturnya.
Harapan serupa juga disampaikan Fahrul Rozi, tokoh masyarakat sekaligus imam masjid di Desa Deling.
Ia menilai jaringan internet yang lebih baik akan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan digital.
“Sekarang banyak aktivitas masyarakat yang bergantung pada internet, mulai dari pembelajaran anak-anak hingga usaha kecil yang memasarkan produknya secara daring. Jika jaringan semakin baik, tentu sangat membantu,” kata Fahrul.
Bagi warga desa, keberadaan jaringan telekomunikasi yang stabil bukan sekadar soal akses internet, tetapi juga menjadi sarana menjaga hubungan dengan keluarga dan kerabat yang berjauhan.
Karena itu, penguatan jaringan yang dilakukan menjelang Ramadan dan Idul Fitri ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan komunikasi, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat.