Hal ini tentu menjadi krusial, terutama dalam industri pengeboran yang penuh dengan risiko.
BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Muara Dua, Warga Antusias Antre Gas Bersubsidi
BACA JUGA:Anggota Polres Prabumulih Dipecat, Terlibat Narkoba dan Berulang Kali Langgar Disiplin
Setiap langkah untuk menjaga keselamatan bukan hanya merupakan tanggung jawab perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu di lapangan.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, dalam sambutannya menekankan bahwa keselamatan kerja tidak hanya sebatas pada praktik atau prosedur.
“Safety bukan hanya aturan, tetapi harus menjadi kebutuhan dan budaya kerja kita semua,” jelas Avep.
Pentingnya kesadaran dan pemahaman terkait hazard identification, atau identifikasi potensi bahaya, juga ditekankan oleh Avep.
Dengan memahami potensi risiko yang mungkin muncul dari setiap aktivitas pengeboran, diharapkan setiap pekerja dapat merespons dengan tepat untuk mencegah kecelakaan kerja.
Ini adalah langkah proaktif yang dilaksanakan demi keselamatan setiap individu yang terlibat.
Selama kegiatan Safari Ramadhan, Avep mengekspresikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh kru Rig PDSI#01.2.
“Kami mengapresiasi kinerja Rig PDSI#01.2 dan seluruh kru yang telah bekerja dengan baik. Pertahankan performa ini dengan tetap mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Apresiasi ini tidak hanya sebagai motivasi, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya dedikasi dalam setiap tindakan.
Safari Ramadhan ini merupakan bagian dari upaya manajemen Pertamina Drilling untuk memperkuat komunikasi dengan pekerja di lapangan.
Melalui momen seperti ini, diharapkan implementasi budaya keselamatan dapat berjalan konsisten di seluruh operasi perusahaan.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi pekerja untuk merasa dihargai dan diperhatikan, terutama di bulan penuh berkah ini. (abu)