PALPOS.CO - Everton mengirim pesan keras ke papan atas Premier League. Bermain di Hill Dickinson Stadium, The Toffees tampil brutal dan efisien untuk menghancurkan Chelsea dengan skor telak 3-0, Minggu (22/3/2026) dini hari WIB.
Ini bukan sekadar kemenangan. Ini adalah pernyataan.
Di saat Chelsea menguasai bola hingga 65 persen, Everton justru tampil seperti pembunuh berdarah dingin.
Sedikit peluang, tetapi mematikan. Delapan tembakan, tujuh tepat sasaran—angka yang menjelaskan segalanya.
BACA JUGA:Hasil Liga Premier Inggris: Manchester United Kehilangan Momentum Usai Ditahan Bournemouth 2-2
BACA JUGA:Hasil Liga Europa: AS Roma Tersingkir Tragis! Bologna Menang 4-3.
Sorotan utama tentu jatuh kepada Beto. Striker bertubuh besar itu tampil seperti monster di lini depan.
Gol pertama lahir pada menit ke-33, saat ia dengan tenang melewati kiper Robert Sánchez sebelum menceploskan bola ke gawang kosong.
Chelsea sebenarnya punya peluang untuk bangkit. Enzo Fernández sempat mengancam, namun refleks luar biasa Jordan Pickford menjaga keunggulan Everton tetap utuh hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tekanan Chelsea meningkat. Namun, seperti ironi yang kejam, dominasi mereka justru berujung petaka.
BACA JUGA:Hasil Liga Europa: Aston Villa Singkirkan Lille 3-0! Calvin Verdonk Dicadangkan.
BACA JUGA:Hasil Liga Champions: Bayern Hancurkan Atalanta 4-1, Lolos Perempat Final.
Menit ke-62, serangan balik cepat Everton kembali menghukum. Beto mencetak gol keduanya lewat tembakan keras yang lolos di sela kaki Sánchez. Sebuah momen yang mencerminkan rapuhnya lini belakang Chelsea di bawah tekanan.
Belum selesai, Everton menutup malam sempurna mereka lewat gol Iliman Ndiaye pada menit ke-76.
Berawal dari duel udara Beto, bola jatuh ke kaki Ndiaye yang langsung melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang. Tak terjangkau. Tak terbendung. Selesai sudah.