Di pinggir lapangan, David Moyes tersenyum puas. Timnya tampil disiplin, efektif, dan tanpa ampun. Sebaliknya, tekanan kini menghantui Liam Rosenior yang gagal membawa Chelsea keluar dari krisis.
BACA JUGA:Hasil Liga Champions: Liverpool Hancurkan Galatasaray 4-0, Kembali ke 8 Besar.
BACA JUGA:Hasil Liga Champions: Tottenham Gagal Comeback, Atletico Madrid Melaju Agregat 7-5.
Statistik berbicara jujur. Chelsea mencatat 10 tembakan dan 9 tendangan sudut—namun tanpa satu pun gol. Sementara Everton menunjukkan arti sesungguhnya dari efisiensi dalam sepak bola modern.
Kemenangan ini membuat Everton kini mengoleksi 46 poin di posisi kedelapan, hanya terpaut dua angka dari Chelsea yang berada di peringkat keenam dengan 48 poin.
Persaingan menuju zona Eropa semakin panas, dan momentum kini sepenuhnya berada di tangan The Toffees.
Bagi Chelsea, kekalahan ini bukan sekadar kehilangan tiga poin. Ini adalah alarm keras.
Setelah tersingkir dari Liga Champions, performa inkonsisten di liga semakin memperkecil peluang mereka untuk kembali ke panggung elite Eropa musim depan.
Sepak bola bukan tentang siapa yang menguasai bola. Tapi siapa yang tahu cara menghancurkan lawan.
Dan malam ini, Everton menunjukkan bahwa mereka adalah algojo yang sesungguhnya.