Oknum ASN di OKI Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur

Jumat 27-03-2026,21:07 WIB
Reporter : Diansyah
Editor : Dahlia

BORGOL,PALPOS.CO - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial E M yang berdinas di Kantor Bagian Kerjasama Setda Kabupaten OKI dilaporkan ke Polisi.

Oknum tersebut diduga telah menganiaya seorang anak dibawah umur (10 tahun) hingga mengalami luka-luka.

Peristiwa penganiayaan diduga terjadi di kediaman pelaku di Perumahan Griya Jua-jua Permai Blok B Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 kemarin.

Berdasarkan keterangan keluarga korban kepada awak media, pelaku menganiaya korban dengan cara memukul menggunakan sapu di beberapa bagian tubuh korban sehingga mengalami luka.

BACA JUGA:Usai Sholat Jum'at di Masjid Sholihin Kayuagung, Warga Kaget Kaca Mobilnya Dipecahkan Orang

BACA JUGA:Sindikat Curanmor Asal Kayuagung Dibekuk Polsek Lempuing Jaya

"Anak saya dipukul berkali-kali oleh pelaku dengan menggunakan sapu, kini anak saya mengalami luka-luka di tubuhnya," ungkapnya, Jum'at, 28 Maret 2026 di kediamannya di Kayuagung.

Ia menceritakan, pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2026 sekitar pukul 16.30 WIB, korban pulang ke rumah dan mengeluhkan sakit di tubuhnya.

Ketika ditanyai, korban mengaku telah dianiaya pelaku berinisial E M yang merupakan orang tua dari temannya sendiri di rumah pelaku dengan cara dipukul menggunakan sapu. 

Setelah mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban langsung menemui pelaku di rumahnya untuk bertanya langsung kepada pelaku apakah benar kejadian tersebut.

BACA JUGA:Ngaku Tertipu Pembangunan Modal Dapur MBG, Korban Alami Kerugian Rp555 Juta dan Pilih Lapor Polda Sumsel

BACA JUGA:Nyawa Warga Muara Burnai II Melayang di Tangan Penjual Hp, Pelaku Telah Diamankan

"Disaat saya mendatangi pelaku di rumahnya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan bertanya kepadanya apakah benar telah menganiaya, pelaku langsung mengakui," ujarnya.

Pelaku mengaku telah memukul korban menggunakan sapu dengan alasan emosi, karena korban sudah sering memanggil atau meneriakan nama pelaku disaat korban melintasi kediaman pelaku.

"Disaat itulah pelaku emosi kemudian terjadi penganiayaan kepada korban, sepeda milik korban saat itu pun disita pelaku tanpa alasan," jelasnya.

Kategori :