"Saya belum pernah dapat MBG, semoga bisa segera ada," ucapnya.
BACA JUGA:Kasus Suspek Campak di Muara Enim Capai 77 Orang, Dinkes Pastikan Tren Mulai Menurun
BACA JUGA:Bupati Muara Enim Pastikan Belum Ada Pengurangan PPPK
Menanggapi hal tersebut, Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Muara Enim, Oktafian Muharsyah menjelaskan bahwa belum terlaksananya program MBG di sejumlah sekolah, khususnya di Desa Karang Raja, disebabkan belum tersedianya dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Berdasarkan data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Muara Enim, untuk Desa Karang Raja memang belum ada dapur SPPG, sehingga program MBG belum bisa berjalan di sekolah-sekolah di wilayah tersebut" jelasnya.
Ia juga memaparkan, potensi penerima MBG di Kabupaten Muara Enim mencapai 180.951 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 149.025 siswa, 191 ibu hamil, 9 ibu menyusui, dan 31.726 balita.
Namun, hingga Februari 2026, jumlah penerima MBG baru mencapai 97.145 orang atau sekitar 54 persen dari total sasaran.
"Untuk memenuhi target penerima MBG secara menyeluruh, dibutuhkan sebanyak 61 SPPG di Kabupaten Muara Enim. Saat ini baru tersedia 35 SPPG atau sekitar 57 persen," terangnya.
Ia menambahkan, percepatan pembangunan SPPG menjadi kunci agar program MBG dapat segera merata di seluruh wilayah, termasuk di Desa Karang Raja.
"Kita akan terus mendorong Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Muara Enim dan BGN Provinsi Sumsel agar pembangunan SPPG ini bisa dipercepat, sehingga target penerima MBG dapat tercapai dan lebih merata," pungkasnya.(ozi)