Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan

Kamis 02-04-2026,22:31 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

JAKARTA, PALPOS.CO – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk menjaga ketahanan energi nasional melalui optimalisasi Bahan Bakar Gas (BBG) untuk sektor transportasi darat.

Komitmen ini dijalankan sebagai salah satu solusi energi mandiri, efisien dan ramah lingkungan di tengah dinamika geopolitik global yang fluktuatif dan berdampak pada ketersediaan serta harga energi dunia,

BBG merupakan wujud pemanfaatan gas bumi yang bersumber langsung dari perut bumi Indonesia.

Layanan BBG melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) menjadi langkah krusial untuk membantu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) serta memperkuat ketahanan energi.

BACA JUGA:Bansos 2026 Mulai Cair! Ini Cara Daftar KPM Baru dan Cek Penerima PKH & BPNT Secara Online di Kemensos RI

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sulawesi Tenggara: Wacana 2 Provinsi Baru Tersendat Moratorium DOB dan Perkembangannya

"Sejalan dengan peran PGN sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen untuk senantiasa mendampingi masyarakat dalam mendapatkan akses energi yang andal dan harga yang bersahabat, terutama di tengah dinamika tantangan global saat ini," ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.

Pemanfaatan BBG memberikan banyak keuntungan bagi pengguna maupun negara. Dari sisi harga, BBG cenderung lebih ekonomis dan stabil.

Harga BBG dipatok stabil di seluruh SPBG dengan harga Rp4.500 per Liter Setara Pertalite (LSP). Harga ini lebih kompetitif dibandingkan BBM nonsubsidi, sehingga mampu menekan biaya operasional kendaraan secara signifikan.

BBG lebih ramah lingkungan, karena menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah hingga 20% lebih bersih dibandingkan BBM.

BACA JUGA:Bansos PKH 2026 Tahap 1: Ini 10 Penyebab Gagal Cair dan Cara Cek di Situs Resmi Kemensos

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sulawesi Tenggara: 10 Fakta Menarik Kabupaten Muna di Balik Wacana Pembentukan Kota Raha

Dengan begitu, pemanfaatan BBG turut mendukung dalam akselerasi penggunaan energi ramah lingkungan dan target pemerintah menuju Net Zero Emission.

“Penggunaan BBG memberikan manfaat pada performa mesin kendaraan. Pembakaran gas yang lebih sempurna, sehingga membantu menjaga kebersihan ruang bakar mesin yang dapat menurunkan biaya operasional dan memperpanjang usia pakai kendaraan,” jelas Fajriyah.

Dengan merangkul Komunitas Mobil Gas (Komogas) saat tersedia layanan bengkel keliling hingga 3 April 2026 di Basecamp Komogas, wilayah Kalimalang Jakarta Timur dan 6 – 10 April 2026 di SPBG Bogor.

Kategori :