BONE, SULAWESI SELATAN – Hamparan lahan subur di Kabupaten Bone kini bersiap menjadi saksi sejarah baru bagi transformasi sektor peternakan Nasional.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan di wilayah Indonesia Timur, potensi agribisnis Sulawesi Selatan mulai diakselerasi melalui integrasi industri hulu ke hilir yang lebih modern dan berkelanjutan.
Semangat transformasi tersebut diwujudkan oleh PTPN I yang secara resmi memulai langkah strategis melalui kegiatan site visit lahan dan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kebun Camming, Bone, Kamis (2/4/2026).
Langkah ini menandai komitmen PTPN I dalam membangun ekosistem industri ayam terintegrasi yang diproyeksikan memberikan nilai tambah signifikan bagi ekonomi kerakyatan.
BACA JUGA:Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
Penandatanganan kerja sama strategis ini mempertemukan tiga pilar utama PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia.
Sinergi lintas sektoral tersebut dirancang untuk menyatukan kekuatan aset lahan perkebunan, keunggulan teknologi peternakan, hingga akses pasar yang luas dalam satu rantai pasok yang solid.
Dalam sambutannya, Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar ekspansi bisnis semata, melainkan manifestasi tanggung jawab BUMN dalam mendukung kedaulatan pangan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi tanpa sekat ego sektoral antar-mitra strategis untuk mencapai tujuan besar tersebut.
BACA JUGA:Bansos PKH 2026 Tahap 1: Ini 10 Penyebab Gagal Cair dan Cara Cek di Situs Resmi Kemensos
"Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial—seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock—dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy optimis.
Visi percepatan ini pun mendapat restu penuh dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh.
Makmun, MSc, mengungkapkan bahwa proyek di Bone merupakan atensi langsung dari Menteri Pertanian.