Kehadiran tim kementerian di lapangan bertujuan untuk memastikan proses administrasi dan perizinan tidak menjadi penghambat laju pembangunan.
BACA JUGA:BSI Bayarkan Zakat Lebih dari Rp1 Triliun dalam kurun waktu 5 Tahun
"Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," jelas Makmun di sela-sela kegiatan.
Semangat percepatan tersebut juga disambut positif oleh PT Berdikari yang memastikan kesiapan manajemen dari sisi teknologi dan distribusi.
Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai bahwa penyatuan sumber daya lahan PTPN dengan keahlian teknis Berdikari adalah kunci utama keberhasilan hilirisasi.
Baginya, penyelesaian administrasi langsung di lapangan merupakan bukti nyata keseriusan semua pihak untuk bekerja dengan integritas tinggi.
Rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama implementasi program.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk jajaran PT Tiran Nusantara Grup dan PT Ugi Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan menjadi barometer baru industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)