Mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga pemangku kepentingan lainnya akan dilibatkan untuk memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dorong Percepatan Program dan Kinerja
BACA JUGA:Wagub Cik Ujang Ajak Masyarakat Kirim Doa, Kenang 40 Hari Wafatnya Alex Noerdin
Edward Candra menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi karhutla menjadi prioritas utama.
Mengingat Sumatera Selatan merupakan salah satu wilayah yang kerap menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau, langkah antisipatif dinilai sangat krusial.
“Kesiapan kita harus menyeluruh, mulai dari personel, peralatan, hingga koordinasi di lapangan. Ini penting untuk meminimalkan risiko serta dampak yang ditimbulkan,” tambahnya.
Selain fokus pada isu karhutla, kunjungan Menko Polkam juga mencakup peninjauan sejumlah program strategis pemerintah.
Di antaranya adalah sekolah rakyat, Koperasi Merah Putih, serta dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan implementasi program berjalan sesuai dengan target serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pemerintah daerah pun diminta untuk menyiapkan data dan informasi yang akurat sebagai bahan evaluasi.
Rapat persiapan ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh agenda kunjungan berjalan efektif dan memberikan hasil yang maksimal.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin kuat, terutama dalam menghadapi tantangan karhutla yang setiap tahun menjadi perhatian serius.
Dengan persiapan yang matang, kunjungan kerja Menko Polkam ke Sumatera Selatan diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mampu menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat sistem penanggulangan karhutla serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di daerah.