Dalam kondisi gelap gulita, warga hanya bisa bertahan di dalam rumah sambil diliputi rasa cemas dan ketakutan.
BACA JUGA:PHR Zona 4 Kembali Gulirkan Beasiswa Non-Ikatan Dinas, 26 Putra Daerah PALI Sudah Rasakan Manfaatnya
Salah satu warga, M Ali (49), mengaku sempat mendengar suara gemuruh sebelum angin puting beliung menghantam rumah-rumah di sekitar lokasi kejadian.
“Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan terdengar suara atap rusak,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Erni (40), yang menyebut angin datang secara tiba-tiba dengan pusaran yang cukup kuat.
Menurutnya, dalam waktu singkat kondisi rumah warga berubah drastis.
Beberapa bagian rumah mengalami kerusakan, mulai dari talang atap yang terlepas hingga bagian dalam rumah yang ikut terdampak.
Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Kapusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih, Huswandi membenarkan adanya peristiwa bencana alam tersebut.
Huswandi menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat melalui sambungan telepon terkait kejadian angin puting beliung di wilayah Majasari.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanggulangan,” ujar Huswandi seraya mengatakan Tim BPBD Kota Prabumulih segera melakukan pendataan kerusakan serta memastikan kondisi warga dalam keadaan aman.
Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi melalui Kapolsek Prabumulih Timur, Iptu Ulta Deanto SH, menyampaikan bahwa pihak kepolisian juga langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Personel Polsek Prabumulih Timur bersama petugas BPBD Kota Prabumulih langsung mendatangi lokasi kejadian untuk membantu proses evakuasi warga terdampak.
“Warga yang rumahnya terdampak langsung kita evakuasi ke rumah tetangga terdekat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Ulta Deanto.
Langkah cepat ini dilakukan guna memastikan keselamatan warga, terutama mengingat kondisi rumah yang mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi membahayakan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat cuaca ekstrem melanda.