Sementara itu, aliran dari kawasan Kodim dan Pelitasari akan dimaksimalkan melalui jalur depan kantor lama Kejaksaan Negeri Muara Enim hingga menuju Kemayoran, Masjid Agung, dan bermuara ke Sungai Enim.
BACA JUGA:163 Rolling Door dan 24 Pintu WC Pasar Inpres Dicuri
BACA JUGA:Malam Akhir Pekan, Polisi Intensifkan KRYD untuk Jaga Kondusivitas
Dalam peninjauan tersebut, Edison juga menerima laporan dari Lurah Pasar I terkait adanya tembok penahan tanah yang dibangun PT Waskita yang dinilai menghambat aliran air.
"Oleh karena itu, saya sudah perintahkan Satpol PP untuk berkoordinasi dengan pihak Waskita agar tembok tersebut dijebol selebar parit, sehingga aliran air bisa kembali lancar,"tegasnya.
Selain itu, kawasan Pandawa Lima menjadi perhatian khusus karena dampak banjirnya tergolong paling parah hingga menyebabkan warga mengungsi. Bupati tampak berdialog langsung dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi dan solusi.
"Warga meminta agar sungai didalami hingga ke kolam retensi, kemudian dilakukan pengerukan serta pembangunan dinding sepanjang 500 meter. Ternyata ini sudah ada DED-nya, tinggal kita lanjutkan," ungkapnya.
Edison menambahkan, permasalahan lain juga ditemukan pada jembatan lama yang menggunakan box culvert, di mana terdapat pembatas yang menghambat aliran air, terutama saat terjadi penumpukan kayu dan sampah.
Bupati berharap seluruh rencana penanganan ini dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat.
"Konsepnya sudah ada, ini tinggal lanjutan karena DED-nya sudah tersedia.
Insya Allah melalui anggaran perubahan (ABT), pekerjaan ini sudah bisa kita laksanakan,"pungkasnya.(ozi)