PALEMBANG, PALPOS.CO – Sorot mata publik tertuju pada pelataran bersejarah Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.
Bukan tanpa alasan, sebanyak 42 tim pemadam kebakaran terbaik dari seluruh penjuru Indonesia berkumpul untuk membuktikan siapa yang paling tangguh dalam ajang National Firefighter Skill Competition (NFSC) 2026.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Palembang, Kemas Haikal, menegaskan kompetisi tahun ini dirancang untuk menguji batas kemampuan para personel melalui tiga kategori perlombaan yang sangat menantang dan krusial bagi keselamatan publik.
"Kami menguji tiga aspek vital: Hose Layin (ketangkasan menggelar selang), Survival (kemampuan bertahan hidup), dan Ladder Pitching (penyelamatan ketinggian). Ini bukan sekadar lomba, tapi standar pelayanan tingkat tinggi," ujar Kemas Haikal.
BACA JUGA:Sambut HUT Palembang ke-1343, Ribuan Warga IB I Padati Roadshow Jalan Sehat
BACA JUGA:Hari Bumi 2026,Pemkot Palembang Ajak Warga Jaga Kelestarian Sungai Musi
Haika menambahkan, ada 3 kategori yang dilombakan. Yakni Hose Laying Menilai kecepatan penyambungan selang hingga air menyemprot.
"Jika lambat menggelar selang, maka nyawa dan harta benda taruhannya karena pemadaman pun terhambat," tegasnya.
Selain itu, ada lomba Survival. Dimana, petugas dipaksa melewati rintangan kstrem seperti gorong-gorong sempit dengan APD lengkap.
Tujuannya agar mereka tetap tenang dan selamat di medan tempur yang sesungguhnya.
BACA JUGA:Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLN
Kemudian, ada Ladder Pitching. Fokus pada teknik evakuasi korban di gedung tinggi.
"Kemampuan ini dinilai sangat vital mengingat tugas sehari-hari personel Damkar tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan evakuasi dalam berbagai skenario penyelamatan,” pungkasnya.(*)