InkuBI Sultan Muda Sumsel 2026: Kolaborasi BI dan Pemprov Sumsel Dorong UMKM Go Digital

Selasa 28-04-2026,14:37 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

PALEMBANG, PALPOS.CO -Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama Dinas Koperasi dan UKM Sumatera Selatan secara resmi membuka program InkuBI Sultan Muda Sumatera Selatan 2026.

Acara ini berlangsung pada 24 April 2026 di Hotel Excelton Palembang, menghadirkanyang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Bambang Pramono, dan Kepala OJK Sumatera Selatan Arifin Susanto, Kepala Biro Perekonomian Sumatera Selatan Hengky Putrawan, Kepala Dinas Perindustrian Sumatera Selatan M Taufiq, Kepala Dinas Perdagangan Luar Negeri Henny Yulianti, dan Pengawas Tim UMKM dari DJPb Suntari.. 

Acara ini jugaProgram ini dihadiri diikuti oleh 150 pelaku UMKM terpilih yang telah melewati seleksi ketat oleh Bank Indonesia,  sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan muda yang kuat, tangguh, dan berkelanjutan., mulai dari berkas hingga wawancara.

InkuBI Sultan Muda Sumatera Selatan 2026 adalah pijakan awal untuk membangun ekosistem kewirausahaan muda yang kuat dan berkelanjutan. Program ini bukan sekadar seremoni.

BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra. Buka Rakortekrenbang UPMD 2026, Dorong Percepatan Desa Mandiri 

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru dan wagub Cik Ujang Tegaskan Komitmen Usai LKPJ 2025 Disetujui DPRD

Ia menjadimerupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas UMKM, khususnya dalam memanfaatkanekosistem kewirausahaan muda di Sumatera Selatan, sekaligus mendorong pemanfaatan platform digital sebagai alat sarana utama pemasaran dan ekspansi pasar.

Sebuah Dengan program ini diharapkan dorongan nyata agar pelaku usaha tak hanya bertahan, tetapi jugadapat terus berkembang di era yang serba digital.

Di awal kegiatanDalam sambutannya, Bambang Pramono menegaskan bahwa InkuBI Sultan Muda dirancang sebagai wadah pengembangan kapasitas UMKM muda secara menyeluruh.

Tidak hanya fokus pada pemasaran digital, program ini juga menyentuh aspek penting lain seperti legalitas, perizinan, hingga akses pembiayaan. 

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Sambut Baik Kehadiran Sriwijaya Health Institute, Pertama di Sumbagsel

BACA JUGA:Sekda Sumsel Edward Candra. Buka Rakortekrenbang UPMD 2026, Dorong Percepatan Desa Mandiri

Dalam pelaksanaannya,Pelaksanaan program ini turut melibatkan akademisi dan praktisi turut dilibatkan, bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai dan pengarah untuk menggali dan mengoptimalkan potensi wirausahawan muda yang selama ini belum tergarap maksimal.

Kolaborasi lintas sektor, menurutnya, adalah kunci untuk melahirkan pelaku usaha yang mandiri, adaptif, dan berdaya saing.

Menariknya, dari Sumatera Selatan memiliki potensi pengembangan UMKM yang besar baik dari sektor pertanian seperti kopi dan kelapa, hingga sektor makanan dan sektor fashion / wastra. Dari 150 peserta UMKM yang lolos seleksi, mayoritas berasal dari sektor makanan dan minuman yang mencapai 55%.

Kategori :