BATURAJA, PALPOS.CO - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengintegrasikan data mustahik guna memastikan dana zakat tersalurkan tepat sasaran.
Ketua Baznas OKU, Imam Nuryadin, Selasa (5/5) mengatakan bahwa kerja sama dengan BPS ini adalah langkah untuk menjaga marwah dana umat agar benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Dia mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan umat dikelola secara berbasis data (data-driven), bukan berdasarkan asumsi atau laporan sepihak dari perangkat desa.
"Dengan data yang akurat kami ingin mengantisipasi kesalahan dalam penyalurannya sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi mustahik,” tegasnya.
BACA JUGA:Pustu Rp 854 Juta di OKU Terbengkalai, Dinkes Berdalih Anggaran dan Alkes Belum Siap
BACA JUGA:Ratusan Rumah Warga Desa Gunung Meraksa Terendam Banjir
Menurutnya, persoalan data kemiskinan di tingkat desa seringkali tidak sebanding dengan kondisi sosial ekonomi di lapangan yang sangat dinamis.
Oleh sebab itu, kerja sama dengan BPS memungkinkan Baznas untuk melihat peta kemiskinan secara lebih makro sekaligus sektoral, sehingga program pemberdayaan ekonomi yang dirancang bisa disesuaikan dengan karakteristik kemiskinan di setiap kecamatan di wilayah setempat.
Sementara Kepala BPS OKU, Anugrahani Prasetyowati mengatakan bahwa pihaknya siap menyuplai data dan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung program kesejahteraan sosial.
"Selama ini banyak bantuan sosial dari berbagai instansi tersalurkan pada orang yang sama karena perbedaan basis data. Hal inilah yang harus kita perbaiki," ujarnya.
BACA JUGA:Polres OKU Kembali Lakukan Rotasi Jabatan
BACA JUGA:SPPG Polres Ogan Komering Ulu Mulai Beroperasi
Dengan menggunakan data tunggal dari BPS, program-program yang dijalankan oleh Baznas OKU diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (len)