MUARA ENIM,PALPOS.CO - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muara Enim H Abdul Harris Putra, mendorong para penyuluh agama Islam untuk lebih aktif dan adaptif menghadapi perkembangan zaman, terutama dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah di era digital.
Hal tersebut disampaikan Harris saat menerima audiensi pengurus Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Muara Enim di ruang kerjanya, Kamis 7 Mei 2026.
Audiensi tersebut turut didampingi Kepala Seksi Bimas Islam Zairin, serta dihadiri Plt Ketua IPARI Muara Enim Afrizal, bersama jajaran pengurus.
Menurut Harris, penyuluh agama memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, termasuk generasi muda yang akrab dengan media digital.
BACA JUGA:Tiga Kecamatan Masuk Zona Waspada Karhutla
BACA JUGA:Komunitas Jagung Diminati Petani
"Kita sudah berada di era digital. Penyuluh harus aktif di media sosial, menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang relevan dan mudah diterima, terutama oleh generasi muda,"ujar Harris.
Ia menegaskan, keberadaan penyuluh agama tidak hanya sebatas mengisi kegiatan di majelis taklim, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi sosial.
"Penyuluh agama harus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya di majelis taklim, tetapi juga menjadi bagian dari solusi sosial. Jadikan penyuluh sebagai sosok yang dirasakan dan dikenang oleh masyarakat," katanya.
Selain itu, Harris juga meminta IPARI terus memperkuat koordinasi dengan Seksi Bimas Islam agar program pembinaan penyuluh dapat berjalan selaras dan memberi dampak nyata.
BACA JUGA:Belasan WB Lapas Muara Enim Ikuti Pendidikan Kesetaraan
BACA JUGA:Keluyuran Jam Kerja, 5 ASN Terjaring Razia
"IPARI harus menjadi wadah yang aktif dalam membina penyuluh. Perkuat koordinasi dengan Bimas Islam agar program yang dijalankan selaras dan berdampak," tegasnya.
Sementara itu, Plt Ketua IPARI Muara Enim Afrizal, menyampaikan bahwa organisasi tetap menjalankan program dan koordinasi secara normal meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Ia menjelaskan, ketua sebelumnya, Endri Suburdin, mengundurkan diri karena alasan kesehatan sehingga melalui musyawarah internal dirinya ditunjuk sebagai pelaksana tugas hingga terpilih ketua definitif.