Produk olahan purun khas Pedamaran juga menjadi salah satu daya tarik utama.
BACA JUGA:Kemanusiaan di Atas Hukum: Kejari OKI Pulihkan Penyalahguna Narkoba Lewat Keadilan Restoratif
BACA JUGA:HUT Persaja ke-75, Kejari OKI Tegaskan Komitmen Integritas
Di tangan para perajin, tanaman rawa itu berubah menjadi tas, sandal, dompet, hingga dekorasi rumah dengan tampilan yang lebih kekinian.
Tidak hanya itu, gerabah khas Kayuagung tampil lebih artistik sebagai elemen dekorasi bernilai tinggi.
Sementara kriya kayu berbentuk perahu kajang menghadirkan sentuhan budaya pesisir dan sungai yang lekat dengan kehidupan masyarakat OKI.
Produk-produk tersebut tidak hanya menawarkan fungsi, tetapi juga membawa cerita tentang budaya dan kehidupan masyarakat lokal.
Karena itu, galeri ini diharapkan dapat menjadi tujuan bagi wisatawan maupun tamu dari luar daerah yang ingin membawa pulang cendera mata bernuansa khas OKI.
Keindahan hasil karya para perajin itu turut menarik perhatian Feby Deru. Ia tampak beberapa kali berhenti untuk mengamati detail anyaman dan produk fesyen yang dipamerkan.
“Semua produknya sangat menarik dan rapi. Ini membuktikan kreativitas masyarakat OKI luar biasa,” ujar Feby.
Ia juga menyempatkan diri berbincang dengan para pengerajin yang turut dihadirkan. Eeby Deru ingin mengetahui proses produksi hingga tantangan yang mereka hadapi sehari-hari.
“Dalam sehari bisa menghasilkan berapa anyaman, Bu? Hasilnya bagus-bagus sekali,” katanya sambil memberi semangat kepada para perajin.
Menurut Feby, produk UMKM lokal memiliki peluang besar untuk berkembang jika diiringi peningkatan desain, kualitas, dan akses pasar.
“Tugas kami membantu dari hulu hingga hilir. Desain harus semakin menarik, kualitas dijaga, dan pasar diperluas,” ujarnya.
Bupati OKI H. Muchendi menilai kehadiran Galeri Dekranasda menjadi langkah penting untuk mendekatkan produk UMKM dengan masyarakat.
Dengan lokasi yang lebih representatif dan mudah dijangkau, masyarakat dapat mengenal produk lokal dalam suasana yang lebih akrab dan santai.