Asyik Main Slot, Tiga Residivis Diciduk Polisi

Selasa 19-05-2026,16:32 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Tiga residivis kasus pencurian dengan pemberatan tak berkutik saat dibekuk Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim ketika sedang asyik bermain judi slot, Selasa, 19 Mei 2026, pukul 00.15 WIB.

Ketiga tersangka masing-masing Jaya (35), warga Desa Panang Jaya Kecamatan Gunung Megang, serta Saparudin (34) dan Anto (61), keduanya warga Desa Karang Raja Kecamatan Muara Enim.

"Ketiganya merupakan residivis kasus pencurian perlengkapan rel kereta api dan berhasil diamankan saat sedang bermain judi slot,"ujar Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasat Reskrim AKP M Andrian didampingi Kanit Pidum Ipda Guntur SH

Andrian menjelaskan, ketiga pelaku diketahui melakukan pencurian plat sambung dan eklip penrol rel kereta api di kawasan Sepur KM 5+3/4 STA Muara Enim-Tanjung Enim Baru.

BACA JUGA:Tiga Firespot di Muara Enim Dipadamkan dalam Sehari

BACA JUGA:Panen Jagung 8 Ton Jadi Bukti Komitmen Ketahanan Pangan

Kasus tersebut terungkap setelah Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) PT KAI menemukan banyak penambat rel atau rail fastener hilang dari jalur rel. 

"Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak manajemen PT KAI dan diteruskan ke Satreskrim Polres Muara Enim," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, para pelaku diketahui mengambil penrol rel secara acak dengan membawa karung berkapasitas masing-masing 20 kilogram.

"Dalam sekali beraksi, mereka mampu membawa sekitar 100 kilogram besi perlengkapan rel," terangnya.

BACA JUGA:Nyaris Tewas Ditabrak KA, Terpental 7 Meter

BACA JUGA:Monitoring Pendampingan, Dorong UMKM Naik Kelas

Hasil curian kemudian dijual kepada pengepul rongsokan keliling seharga Rp4.500 per kilogram dengan total uang yang diperoleh sekitar Rp450 ribu.

"Uang hasil penjualan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, membeli rokok, dan bermain judi slot,"jelasnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu set pengunci rel penrol, satu buah palu godam, dan dua buah kunci pas yang digunakan para pelaku saat menjalankan aksinya.

Kategori :