Pemkab OKU Buka Sekolah Lansia di Kelurahan Sukaraya

Kamis 21-05-2026,13:18 WIB
Reporter : Eco
Editor : Bambang

BATURAJA, PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan membuka operasional Sekolah Lansia Tangguh di Kelurahan Sukaraya, Kecamatan Baturaja Timur untuk mewujudkan lansia smart dan mandiri.

Ketua Tim Penggerak PKK OKU Zwesti Karenia Teddy, Kamis (21/5) mengatakan bahwa Program Sekolah Lansia Tangguh bertujuan untuk menciptakan lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART).

Dia mengatakan, program ini menyasar pada masyarakat usia lanjut, khususnya di Kelurahan Sukaraya mulai dari umur 60 hingga 80 tahun.

"Pembentukan sekolah lansia ini merupakan salah satu bentuk perhatian dari pemerintah untuk masyarakat, khususnya lansia," katanya.

BACA JUGA:Diduga Alami Depresi, Pria di Baturaja Timur Nekat Bakar Rumah dan Lukai Diri Sendiri

BACA JUGA:Bupati OKU Ajak Bangkitkan Semangat Membangun Daerah pada Harkitnas ke-118

Dengan adanya Sekolah Lansia Tangguh diharapkan dapat terbentuk lansia yang sehat secara fisik dan mental, mandiri dalam beraktivitas, serta aktif dan produktif dalam komunitasnya.

"Sekolah Lansia Kelurahan Sukarya diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan positif bagi masyarakat," harapnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) OKU, Azwari melalui Manager Sekolah Lansia, Nuryati Hidayah mengatakan bahwa hingga saat ini 13 kecamatan di Kabupaten OKU sudah membentuk Sekolah Lansia dengan jumlah peserta mencapai 796 orang.

Dia menjelaskan, sekolah lansia tersebut diluncurkan untuk mewujudkan Lansia yang SMART serta bermartabat dalam tujuh dimensi.

BACA JUGA:Satu Dari 3 Tahanan Kabur Berhasil Ditangkap Tim Gabungan

BACA JUGA:Pustu Pusar Dipaksa Beroperasi Tanpa Fasilitas Air Bersih

Adapun tujuh dimensi yang dimaksud yaitu spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional dan vokasional serta dimensi lingkungan.

Sekolah Lansia tidak hanya sekedar mempelajari aspek fisik, namun didalamnya memiliki keterkaitan antar elemen baik fisik, sosial, psikologis, ekonomi, dan spiritual.

"Para peserta mengikuti pelajaran sebanyak 12 kali pertemuan selama enam bulan," jelasnya.

Kategori :