Untuk urusan daya jelajah, Leapmotor A10 menawarkan dua opsi baterai berbasis LFP dari Gotion yang terkenal memiliki daya tahan dan tingkat keamanan cukup baik.
Varian pertama menggunakan baterai 39,8 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 403 km berdasarkan standar CLTC.
Sedangkan varian kedua dibekali baterai 53 kWh yang mampu menempuh hingga 505 km CLTC.
Jika dikonversi ke penggunaan nyata, angka tersebut tetap tergolong menarik untuk SUV listrik di kelas entry-level.
Dengan kapasitas baterai tersebut, pengguna bisa lebih nyaman melakukan perjalanan harian tanpa khawatir terlalu sering mengisi daya.
Teknologi baterai LFP juga menjadi nilai tambah karena dikenal lebih awet serta memiliki biaya produksi lebih murah dibandingkan baterai berbasis NMC.
Hal ini turut membantu Leapmotor menjaga harga mobil tetap kompetitif.
Fitur Otonom Jadi Senjata Utama
Salah satu aspek paling mengejutkan dari Leapmotor A10 adalah hadirnya fitur bantuan mengemudi semi otonom pada varian tertinggi.
SUV listrik ini sudah dilengkapi sensor LiDAR serta chip Qualcomm SA8650 yang mendukung berbagai fitur advanced driver assistance system (ADAS).
Teknologi tersebut memungkinkan mobil menjalankan fitur navigasi otomatis di jalan raya maupun area perkotaan tertentu.
Biasanya fitur seperti LiDAR hanya ditemukan pada kendaraan listrik premium dengan harga jauh lebih mahal.
Namun Leapmotor justru menghadirkannya di SUV listrik entry-level, sesuatu yang membuat A10 menjadi sangat kompetitif di kelasnya.
Kehadiran teknologi ini menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik saat ini tidak hanya soal jarak tempuh dan harga, tetapi juga kecanggihan fitur digital dan keamanan berkendara.
Kabin Lapang dan Fungsional
Meski dijual dengan harga terjangkau, Leapmotor A10 tetap menawarkan kabin yang cukup lapang.