BATURAJA, PALPOS.CO - Perselisihan soal pemasangan jaringan wifi di desa berujung berdarah.
Seorang petani bernama Reki Anggara (36), warga Desa Blambangan, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), nekat membacok tetangganya sendiri, Agus Irawan (36), menggunakan parang.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek serius di bagian bahu dan dada kiri.
Korban sempat menyelamatkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke RS Antonio Baturaja untuk mendapatkan perawatan intensif.
BACA JUGA:AKP Nasron Resmi Nahkodai Reskrim Polres OKU
BACA JUGA:Bongkar Kasus Maling Karet hingga Bobol Toko, 3 Tersangka Diamankan
Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo melalui Kasat Reskrim AKP Nasron Junaidi mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah upaya mediasi terkait polemik pemasangan wifi di Desa Blambangan berakhir tanpa kesepakatan.
“Korban dan tersangka sebelumnya memiliki kesalahpahaman terkait pemasangan wifi di desa.
Keduanya kemudian dimediasi di rumah Sekretaris Desa Blambangan pada Senin, 2 Juni 2026 sekitar pukul 18.20 WIB,” kata Nasron, Minggu (7/6).
Namun mediasi yang diharapkan menjadi jalan keluar justru memicu keributan. Situasi memanas hingga terjadi kontak fisik antara kedua pihak.
BACA JUGA:Dinas Kesehatan OKU Minta Warga Waspada Penyakit ISPA
BACA JUGA:Diskominfo OKU Bangun Mini BTS di Pedesaan
Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian mengambil parang dan membacok korban. Tebasan senjata tajam itu mengenai bahu dan dada kiri korban hingga mengalami luka berat.
Meski terluka, korban berhasil melarikan diri ke rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada istrinya.
Korban kemudian dibawa ke puskesmas sebelum dirujuk ke rumah sakit, sementara istrinya melaporkan kasus itu ke Polsek Pengandonan.