Saya sarankan sebelum dilantik, inventarisasi terlebih dahulu organisasi wanita apa saja yang bernaung di BKOW.
Sebab, tugas dan cara kita dalam mengelola organisasi ini berbeda. Harus jeli sejak awal. Kita memilah dan memilih,” ujar Herman Deru.
Ia menjelaskan, tantangan utama dalam mengelola BKOW terletak pada keberagaman organisasi yang tergabung di dalamnya.
Saat ini BKOW Sumsel membawahi 53 organisasi wanita dengan karakter, program kerja, dan fokus kegiatan yang beragam.
Karena itu, diperlukan kepemimpinan yang kuat, kesabaran yang tinggi, serta kemampuan komunikasi yang baik agar seluruh organisasi dapat berjalan dalam satu visi yang sama.
“Memang begitulah kondisi BKOW yang berisi organisasi-organisasi dengan karakter yang heterogen. Berbeda dengan organisasi yang homogen.
Namun demikian, hal baik dari BKOW adalah organisasi ini beranggotakan orang-orang dengan latar belakang pendidikan yang relatif setara,” katanya.
Herman Deru menilai keberadaan BKOW memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui pemberdayaan perempuan.
Dengan jumlah organisasi anggota yang besar, BKOW memiliki potensi menjadi mitra pemerintah dalam menjalankan berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kapasitas perempuan di Sumatera Selatan.
Menurutnya, keberhasilan BKOW tidak hanya ditentukan oleh jumlah organisasi yang tergabung, tetapi juga oleh kemampuan pengurus dalam membangun sinergi dan kolaborasi yang produktif.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu menciptakan suasana organisasi yang solid dan inklusif sehingga seluruh anggota dapat berkontribusi secara maksimal.
Selain itu, Herman Deru menegaskan pentingnya pemetaan dan pendataan organisasi anggota sejak awal masa kepengurusan.
Langkah tersebut dinilai penting agar BKOW memiliki basis data yang akurat sebagai landasan penyusunan program kerja yang tepat sasaran.
Dengan manajemen yang baik, BKOW diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai wadah pemersatu organisasi wanita sekaligus menjadi motor penggerak berbagai program pemberdayaan perempuan di Sumatera Selatan.