Herman Deru Resmikan Dirut Baru Bank Sumsel Babel, Soroti Trust, Transformasi Digital, dan Daya Saing Perbanka

Rabu 10-06-2026,11:40 WIB
Reporter : Enchep H
Editor : Bambang

Karena itu, seluruh pemegang saham, manajemen, direksi, dan komisaris harus bersama-sama mendukung agar bank ini dapat melaju lebih cepat sebagai lembaga perseroan yang sehat dan kompetitif,” katanya.

BACA JUGA:Perkuat Budaya Kerja dan Akuntabilitas Kinerja, Apel Pagi Kemenkum Sumsel Disiplin dan Kesiapan Data Dukung

BACA JUGA:Lantik Pegawai Fungsional dan CASN, Kakanwil Kemenkum Sumsel Minta Jajaran Pegang Teguh Tata Nilai BerAKHLAK

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya menjaga kepercayaan atau trust masyarakat.

Menurutnya, kepercayaan merupakan aset paling berharga yang dimiliki sebuah lembaga keuangan.

Ia menegaskan bahwa citra dan reputasi yang baik menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah bank dalam mempertahankan nasabah dan menarik pasar baru.

Karena itu, seluruh jajaran Bank Sumsel Babel harus bekerja secara profesional dan menghindari berbagai hal yang berpotensi merusak nama baik perusahaan.

“Tidak ada gunanya kinerja bagus kalau masyarakat tidak percaya kepada kita. Nama baik adalah promosi paling fundamental bagi sebuah lembaga usaha,” tegasnya.

Selain menjaga kepercayaan publik, Herman Deru juga mengingatkan agar Bank Sumsel Babel tidak cepat merasa puas dengan capaian yang telah diraih selama ini.

Ia menilai persaingan industri perbankan saat ini semakin terbuka dan kompetitif, sehingga inovasi menjadi sebuah keharusan.

Direksi yang baru diminta mampu membaca peluang pasar yang lebih luas serta membangun kemitraan dengan berbagai komunitas usaha dan sektor produktif.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas pangsa pasar dan meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan.

Herman Deru juga menyoroti pentingnya tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.

Ia meminta seluruh jajaran manajemen lebih berhati-hati dalam melakukan pendelegasian kewenangan, khususnya yang berkaitan dengan pembiayaan dan kredit.

Menurutnya, persoalan kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) harus menjadi perhatian serius. Penanganan NPL yang tepat akan berdampak langsung terhadap kesehatan dan keberlanjutan perusahaan.

“Saya minta persoalan NPL menjadi perhatian serius. Harus ada perbaikan yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kategori :