MUARA ENIM, PALPOS.CO - Musibah kebakaran menghanguskan empat unit rumah semi permanen di Dusun II, Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Senin 22 Juni 2026, pukul 15.00 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp856 juta.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muara Enim Arman Sarijaya melalui Kepala Bidang Pemadam, Eddy Rakhmadi, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi tersebut diterima oleh petugas piket Regu C yang kemudian bergerak menuju lokasi kejadian.
BACA JUGA:Sumarni Lepas Kafilah MTQ, Targetkan Masuk Tiga Besar
BACA JUGA:Dua Pelajar Alami Kecelakaan Maut, Satu Tewas Terlindas Truk
"Kebakaran terjadi di Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.40 WIB setelah petugas bersama berbagai unsur melakukan upaya pemadaman," ujar Eddy, Selasa 23 Juni 2026.
Eddy menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, empat rumah yang terbakar milik H Ali Sifat (70), Hasim (68), Alex Alatas (40), dan Dani Maryadi (44). Untuk penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.
Untuk menangani kebakaran tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Muara Enim mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari Damkar Kabupaten PALI, Damkar Kecamatan Belimbing, Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan Empat Petulai Dangku (EPD), Damkar PT Pertamina, PT Sumsel-1, PT TEL, BPBD Kabupaten PALI, BPBD Muara Enim, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat setempat.
BACA JUGA:Pererat Silaturahmi, Polres Muara Enim Gelar Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri
BACA JUGA:Cegah Karhutla, Pasang Spanduk Edukasi untuk Masyarakat
Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal ketika anak dari Hasim berteriak meminta pertolongan setelah melihat api muncul dari rumah mereka.
Mendengar teriakan tersebut, Kepala Dusun II Nopriansyah, bersama seorang warga bernama Candra Irawan segera berupaya memberikan pertolongan menggunakan peralatan seadanya.
"Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya," teranganya.