MUARA ENIM , PALPOS.CO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim terus memperkuat upaya perlindungan perempuan dan anak melalui Pelatihan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak yang digelar selama dua hari, 25–26 Juni 2026, di Aula Kabupaten Layak Anak (KLA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim.
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala DPPPA Kabupaten Muara Enim, H Husin Aswadi tersebut menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperkuat kapasitas relawan sebagai ujung tombak perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa dan kelurahan.
Sebanyak 50 peserta dari 21 desa dan satu kelurahan di Kabupaten Muara Enim mengikuti pelatihan tersebut, yang berasal dari Kecamatan Panang Enim, Semende Darat Laut, Rambang Niru, Gunung Megang, Belimbing, Lubai, Gelumbang, serta Kelurahan Muara Enim.
Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan mengenai tugas dan fungsi Relawan Sahabat Perempuan dan Anak, sekaligus dipersiapkan menjadi penggerak dalam mendukung implementasi Ruang Bersama Indonesia di wilayah masing-masing.
BACA JUGA:Perluas Lapangan Kerja, Latih Pelaku UMKM
BACA JUGA:Sayur Bawak Gulai Pikat Pengunjung Anjungan Muara Enim
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, DPPPA Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Muara Enim, Badan Pusat Statistik Kabupaten Muara Enim, serta Fasilitator Nasional Desa/Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.
Kepala DPPPA Muara Enim Husin Aswadi menyampaikan bahwa, pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Oleh karena itu, perlindungan terhadap perempuan dan anak harus menjadi bagian penting dalam pembangunan yang berkelanjutan.
"Pemenuhan dan perlindungan hak anak menjadi fondasi utama pembangunan bangsa.
BACA JUGA:Sambut 10 Muharram, Warga Karang Raja Lestarikan Tradisi Melemang
BACA JUGA:Sumarni Dukung Perjuangan 50 Kafilah Daerah
Setiap anak harus mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, inklusif, partisipatif, serta mampu mengembangkan potensi terbaiknya," ujar Husin.
Husin menjelaskan, pelatihan ini sekaligus mendukung transformasi Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menjadi Ruang Bersama Indonesia, sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan menghadirkan desa dan kelurahan yang mampu memberikan perlindungan, pengasuhan yang layak, akses layanan dasar, serta ruang partisipasi bagi perempuan dan anak.
Menurut Husin, keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah desa, dunia usaha hingga masyarakat.