BATURAJA, PALPOS.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), membentuk posko siaga darurat kabut asap di 13 kecamatan guna mengantisipasi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) saat musim kemarau.
Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, Selasa (30/6) menjelaskan bahwa posko siaga darurat kabut asap ini dibentuk di seluruh kecamatan di kabupaten setempat.
Pembentukan posko dilakukan guna mengendalikan peristiwa karhutla yang rentan terjadi saat musim kemarau agar dapat ditanggulangi sedini mungkin.
Setiap posko disiagakan personel dari BPBD OKU dibantu masyarakat relawan api yang bertugas memantau titik hotspot yang berpotensi menimbulkan karhutla.
BACA JUGA:Pemkab OKU Kembangkan Tanaman Unggul Melalui Teknologi Kultur Jaringan
BACA JUGA:Bulog OKU Siap Jalankan Tambahan Bantuan Pangan Alokasi Juli 2026
"Mengingat selama periode Juni 2026 ini saja sudah terjadi tiga kali peristiwa karhutla sehingga harus dilakukan upaya antisipasi sedini mungkin," tegasnya.
Terakhir kali karhutla terjadi di Desa Tihang, Kecamatan Lengkiti dengan luas lahan yang terbakar sekitar satu hektare pada Jumat (12/6).
Oleh sebab itu, lanjut dia, pembetukan posko perlu dilakukan, termasuk pihaknya mengintensifkan patroli rutin ke daerah-daerah yang rawan atau berpotensi terjadinya karhutla.
Selain itu, sosialisasi larangan membakar hutan dan lahan juga gencar dilakukan oleh petugas di lapangan agar masyarakat teredukasi membuka lahan pertanian dengan cara yang baik dan benar.
BACA JUGA:Horee…! Tukin ASN OKU Segera Dibayarkan
BACA JUGA:Makarti Tama Wakili OKU di Lomba Desa Sumsel, Sekda: Momentum Tunjukkan Desa Maju dan Inovatif
"Personel kami di lapangan mengedukasi masyarakat tentang larangan membuka lahan pertanian dengan cara dibakar karena berpotensi menimbulkan karhutla," ujar dia. (len)