Hipertensi Pada Lansia

Sabtu 06-06-2026,13:39 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

Perubahan fisik yang tidak terlihat ini misalnya perubahan fungsi organ, seperti penglihatan, pendengaran, dan kepadatan tulang.

Untuk itu, sangat penting melakukan pengecekan kesehatan secara rutin (Rista, 2023)
Kerapuhan akibat perubahan fisiologis tidak selalu mudah dibedakan dari penurunan jasmi yang menyertai malnutrisi.

Perubahan degeneratif dalam proses penuaan mencangkup hal-hal berikut:

  1. Penurunan kemampuan mencium bau dan mengecap
  2. Penurunan daya pendengaran
  3. Penurunan daya penglihatan
  4. Osteoarthritis
  5. Osteoporosis
  6. Penyakit pembuluh arteri
  7. Penurunan toleransi glukosa
  8. Penurunan ukuran dan kekuatan otot.

Hipertensi pada Lansia

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri.

Dimana Hiper yang artinya berebihan, dan Tensi yang artinya tekanan/tegangan, jadi hipertensi merupakan gangguan pada sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas nilai normal (Supriyari dkk, 2025).

Menurut Darmayu, (2025) hipertesi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolic 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 2 menit.

Seseorang dinyatakan hipertensi apabila seseorang memiliki tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan ≥ 90 untuk tekanan darah diastolik ketika dilakukan pengulangan (Naldi dkk, 2022).

Penyebab

Ada 2 macam hipertensi menurut (Musakkar & Djafar, 2021) yaitu :

  1. Hipertensi esensial adalah hipertensi yang sebagian besar tidak diketahui penyebabnya. Sekitar 10-16% orang dewasa yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi ini.
  2. Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang diketahui penyebabnya. Sekitar 10 % orang yang menderita hipertensi jenis ini.

Tanda Dan Gejala

Tanda dan gejala Hipertensi Menurut (Salma, 2020), yaitu :

1)Sakit kepala (biasanya pada pagi hari sewaktu bangun tidur)
2)Bising (bunyi “nging”) di telinga
3)Jantung berdebar-debar
4)Pengelihatan kabur
5)Mimisan
6)Tidak ada perbedaan tekanan darah walaupun berubah posisi

Pencegahan Hipertensi

Pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan menurut (Ernawati, 2020) yaitu :
1.Mengurangi asupan garam (kurang dari 5 gram setiap hari)
2.Makan lebih banyak buah dan sayuran
3.Aktifitas fisik secara teratur
4.Menghindari penggunaan rokok
5.Membatasi asupan makanan tinggi lemak jenuh
6.Menghilangkan/mengurangi lemak trans dalam makanan

1.Farmakologi (Obat-obatan)

Kategori :