Alasan mereka cukup sederhana. Mereka mengaku sedang dalam perjalanan pulang menuju Provinsi Jambi dan memiliki keterbatasan dana sehingga tidak sanggup membeli BBM non-subsidi.
BACA JUGA:Kasus Korupsi DLH Lubuklinggau Memanas, Mantan Kadis Diperiksa Kejari: 100 Saksi Dimintai Keterangan
Dalam rekaman video, terdengar pula adanya tawaran agar konsumen beralih menggunakan Pertamax.
Namun tawaran tersebut ditolak, karena konsumen merasa mobil yang mereka gunakan bukan mobil mewah.
"Pertalite itu kan untuk masyarakat kurang mampu," ujar salah seorang konsumen dalam video yang beredar.
Di tengah situasi yang mulai memanas, petugas SPBU diduga segera menghubungi pihak manajemen untuk melaporkan kondisi di lapangan.
Tak lama kemudian, seseorang yang disebut sebagai perwakilan manajemen SPBU melakukan komunikasi langsung dengan konsumen melalui sambungan telepon guna menjelaskan duduk persoalan.
Meski demikian, konsumen tetap mempertahankan pendapatnya. Mereka meyakini Pertalite masih tersedia karena melihat masih ada BBM yang keluar atau menetes dari nozel setelah kendaraan terakhir selesai melakukan pengisian.
Berdasarkan keyakinan tersebut, mereka tetap meminta agar kendaraan mereka dilayani, meskipun hanya memperoleh sedikit Pertalite.
Insiden tersebut pun menjadi perhatian warganet setelah video perdebatan itu tersebar di berbagai platform media sosial.
Beragam tanggapan pro dan kontra yang diberikan warga net. Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan mekanisme penghentian penjualan BBM subsidi ketika stok di tangki penyimpanan sudah mendekati batas minimum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan atau klarifikasi resmi dari pihak pengelola SPBU Pertamina 24.316.51 terkait kronologi maupun alasan teknis penghentian penjualan Pertalite saat peristiwa tersebut terjadi.
Redaksi masih berupaya menghubungi pihak manajemen SPBU untuk memperoleh penjelasan resmi agar pemberitaan tetap berimbang.
Apabila terdapat klarifikasi, tanggapan, maupun hak jawab dari pihak terkait, akan dimuat pada pemberitaan berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku. (yat)