UNSRI dan UPN Veteran Jakarta Bahas Indeks Implementasi Bela Negara di Perguruan Tinggi

Sabtu 11-07-2026,21:32 WIB
Reporter : Isro
Editor : Bambang

Menurutnya, IIBN memiliki sejumlah fungsi strategis, di antaranya memetakan tingkat implementasi bela negara di setiap perguruan tinggi, menjadi alat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, mendorong penguatan karakter kebangsaan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta memberikan gambaran capaian implementasi yang dapat menjadi dasar pembinaan secara lebih terarah.

BACA JUGA:Asap Tebal Selimuti Jalintim Palembang–Indralaya, 10 Hektare Lahan di Ogan Ilir Terbakar

BACA JUGA:Kalapas Tanjung Raja Akui Lalai, Napi Viral Pakai HP di Balik Jeruji Langsung Dijatuhi Sanksi Ini

Paparan mengenai konsep IIBN disampaikan oleh Ketua Pelaksana IIBN, Danis Tri Saputra W., S.IP., M.IP.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan latar belakang penyusunan indeks, konsep pengukuran implementasi bela negara di kampus, mekanisme penilaian, indikator yang digunakan, hingga sistem klasterisasi perguruan tinggi berdasarkan tingkat implementasi bela negara.

Danis menegaskan bahwa IIBN tidak hanya menilai aspek akademik, tetapi juga mengukur penerapan nilai-nilai bela negara dalam tata kelola institusi, kegiatan kemahasiswaan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta budaya organisasi yang berkembang di lingkungan kampus.

Pada kesempatan yang sama, Kraugusteeliana, M.Kom., M.M., memperkenalkan aplikasi dan website IIBN yang dirancang untuk mendukung proses pengisian instrumen secara daring.

Platform tersebut dilengkapi berbagai fitur, mulai dari dashboard institusi, monitoring capaian indikator, rekapitulasi hasil penilaian, hingga penyajian hasil klasterisasi perguruan tinggi.

“Website tersebut diharapkan mampu mempermudah proses pengumpulan data, validasi, evaluasi, serta penyusunan laporan implementasi bela negara secara nasional,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Tim LPPM UNSRI menyampaikan bahwa nilai-nilai Implementasi Bela Negara pada dasarnya telah diterapkan melalui berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik.

Implementasi tersebut diwujudkan melalui mata kuliah yang memuat nilai kebangsaan dan bela negara, penelitian serta publikasi ilmiah yang mendukung pembangunan nasional, hingga berbagai kegiatan kemahasiswaan yang menumbuhkan karakter kepemimpinan, nasionalisme, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.

LPPM UNSRI juga menilai keberadaan Indeks Implementasi Bela Negara dapat menjadi instrumen yang bermanfaat untuk mendokumentasikan, mengukur, dan mengevaluasi berbagai aktivitas yang telah dilaksanakan perguruan tinggi.

Dengan demikian, implementasi nilai-nilai bela negara dapat dipetakan secara lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan di lingkungan pendidikan tinggi.

Kategori :