Pastel Kian Diminati, Pelaku UMKM Optimistis Hadapi Tren Kuliner 2026

Kamis 30-07-2026,11:07 WIB
Reporter : Dahlia
Editor : Bambang

PALPOS.CO - Pastel, salah satu jajanan tradisional Indonesia yang telah lama dikenal masyarakat, kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya minat terhadap makanan ringan bercita rasa autentik.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melaporkan adanya peningkatan permintaan pastel, baik untuk konsumsi harian maupun sebagai sajian dalam berbagai acara keluarga, pertemuan bisnis, hingga kegiatan sosial.

Pastel merupakan kudapan yang terbuat dari kulit berbahan dasar tepung terigu dengan isian yang beragam, seperti bihun, wortel, kentang, ayam, telur, maupun sayuran.

Setelah diisi, pastel kemudian digoreng hingga berwarna keemasan sehingga menghasilkan tekstur renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam.

BACA JUGA:Getuk, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

BACA JUGA:Pisang Molen Tetap Jadi Favorit, Pelaku Usaha Optimistis Permintaan Terus Meningkat

Dalam beberapa tahun terakhir, inovasi terhadap pastel terus berkembang. Tidak hanya mempertahankan resep tradisional, banyak pelaku usaha mulai menghadirkan variasi rasa baru, seperti pastel isi daging sapi, keju, jamur, tuna, hingga varian bercita rasa pedas yang menyasar kalangan anak muda.

Beberapa produsen juga menawarkan pastel beku (frozen) agar konsumen dapat menyimpannya lebih lama dan menggorengnya sendiri saat akan disajikan.

Menurut sejumlah pelaku UMKM, tren masyarakat yang semakin menyukai makanan praktis tetapi tetap memiliki cita rasa rumahan menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya penjualan pastel.

Selain itu, penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dinilai mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah.

BACA JUGA:Risol Coklat Lumer Jadi Tren Kuliner, Perpaduan Gurih dan Manis yang Memikat Pecinta Jajanan

BACA JUGA:Pisang Coklat Kian Digemari, Peluang Usaha Kuliner yang Terus Berkembang

Salah seorang penjual pastel di Bandung, Rina Setiawati, mengaku permintaan produknya meningkat sejak awal tahun.

Ia mengatakan bahwa pelanggan tidak hanya berasal dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari berbagai kota yang memesan pastel beku melalui layanan pengiriman.

"Awalnya saya hanya membuat pastel berdasarkan pesanan tetangga. Sekarang setiap hari bisa memproduksi ratusan buah karena banyak pesanan dari kantor, sekolah, dan acara keluarga," ujarnya.

Kategori :