Ajak Ayah Terlibat Aktif dalam Pengasuhan Anak

Selasa 04-08-2026,19:56 WIB
Reporter : Febi
Editor : Bambang

Anak-anak yang kehilangan figur Ayah cenderung tumbuh dengan kerentanan emosional, kurang percaya diri, dan lebih rentan terpengaruh oleh hal-hal negatif di luar rumah," jelas Andi.

Atas dasar itulah, sambung Andi, Pemerintah melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai sebuah gerakan prioritas nasional untuk mengembalikan peran strategis ayah dalam pengasuhan anak dan pembangunan keluarga. 

Gerakan ini mengajak setiap ayah agar meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga, membangun komunikasi yang hangat dengan anak-anak, mendampingi proses belajar mereka, menjadi teladan dalam sikap dan perilaku, serta berbagi tanggung jawab pengasuhan bersama ibu.

Kehadiran ayah yang utuh akan memperkuat keharmonisan keluarga dan menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai permasalahan sosial yang dihadapi anak dan remaja. 

"Saya mengajak seluruh ASN, TNI, Polri, para camat, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk bersama-sama mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia.

Jadikan gerakan ini sebagai budaya baru dalam kehidupan keluarga kita, karena keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat, dan masyarakat yang kuat akan mewujudkan daerah yang maju," harap Andi.

Ditambahkan Kadin DPPKB Muara Enim melalui Kabid K3 ketahanan Kesejahteraan Keluarga Helga Nicoline Ursula, mengatakan bahwa tujuan umum kegiatan ini adalah untuk meningkatkan peran dan keterlibatan aktif ayah dan calon ayah dalam pengasuhan anak serta pendampingan remaja dan pra remaja guna mewujudkan generasi yang berkualitas.

Sedangkan tujuan khusus, lanjut Helga untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas ayah serta calon ayah dalam pengasuhan yang positif dan bertanggung jawab, Mendorong peran ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak usia dini hingga remaja, membentuk generasi yang berkarakter mandiri, bertanggung jawab, optimis, dan berdaya saing, mencegah perilaku berisiko pada remaja, termasuk pernikahan usia dini dan mempersiapkan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan serta mampu berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

Adapun peserta, kata Helga, sebanyak 100 orang laki laki yang terdiri ayah dan calon ayah yang bersala daro pegawai instansi vertikal, pegawai lingkup pemda Muara Enim, Pewawai BUMN/BUMD dan Swasta serta siswa tingkat SMA Kabupaten  Muara Enim.(ozi)

Kategori :