BATURAJA, PALPOS.CO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Rabu (19/8) sore.
Dua lokasi dilaporkan mengalami kebakaran dengan total luas lahan terdampak mencapai sekitar 3 hektare.
Peristiwa pertama terjadi di Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, sekitar pukul 15.28 WIB. Kebakaran menghanguskan lahan seluas kurang lebih 2 hektare.
Sementara itu, kebakaran kedua dilaporkan terjadi di Desa Bunglai, Kecamatan KPR, sekitar pukul 16.45 WIB, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1 hektare.
BACA JUGA:Hadiri IIGCE 2026, Bupati : Sinergi Antara Pemda, Kementrian ESDM dan Investor dapat Terjalin Erat
BACA JUGA:Gaji PPPK di OKU Pada 2027 Tetap Dianggarkan
“Lahan yang terbakar merupakan lahan mineral. Tutupan lahannya berupa tumpukan sampah dan semak belukar yang mudah terbakar saat kondisi kering, ” ujar Kepala BPBD OKU, Januar Effendi melalui Manager Pusdalops, Gunalfi, saat dikonfirmasi Kamis (20/8).
Di Desa Lubuk Batang Baru, sebagian lahan yang terbakar diketahui merupakan milik LDII dan sebagian lainnya atas nama Madiyah. Sementara kepemilikan lahan di lokasi kebakaran Desa Bunglai belum diketahui.
Mendapat laporan tersebut, Tim Satgas Karhutlah Kabupaten OKU langsung melakukan pengecekan lapangan sekaligus pemadaman dan pendinginan di area yang terbakar.
Demografi
BACA JUGA:Kepala UPTB PPD Wilayah OKU 1 Samsat Baturaja, Mgs Hidayatullah.
BACA JUGA:Dinkes OKU Imbau Warga Jangan BAB di Sungai Ogan Selama Kemarau
“Proses penanganan melibatkan BPBD OKU, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten OKU, Koramil Lubuk Batang, Polsek Lubuk Batang, PT Minanga Ogan, serta unsur kecamatan dan pemerintah desa, ” sebutnya.
Sejumlah armada dan peralatan dikerahkan, di antaranya truk tangki air BPBD, truk tangki Dinas Pemadam Kebakaran, truk tangki milik PT Minanga Ogan, serta alat tangki semprot milik desa.
Selain melakukan pemadaman, Satgas Karhutlah juga meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi karhutla.