Periksa nama dan status kepesertaan yang ditampilkan.
Perhatikan informasi mengenai bantuan dan periode penyaluran.
Jika nama masih tercatat sebagai penerima PKH, KPM dapat memantau proses penyaluran sambil memastikan tidak terdapat masalah administrasi.
Penting dipahami bahwa tidak ada metode instan yang dapat menjamin bantuan langsung cair.
Pencairan tetap mengikuti proses verifikasi, validasi, daftar bayar, serta jadwal resmi dari pemerintah dan lembaga penyalur.
Pastikan Data Kependudukan Tidak Bermasalah
Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan KPM adalah kesesuaian data kependudukan.
Masyarakat sebaiknya memastikan NIK, nama lengkap, nomor KK, alamat, serta susunan anggota keluarga sesuai dengan dokumen resmi.
Ketidaksesuaian data antara KTP, KK, data bansos, rekening, dan dokumen penyaluran berpotensi menyebabkan proses bantuan mengalami kendala.
Apabila terdapat perubahan kondisi keluarga atau data kependudukan yang belum tercermin dalam sistem, masyarakat dapat mengajukan pembaruan melalui desa atau kelurahan, dinas sosial, maupun mekanisme yang tersedia pada aplikasi Cek Bansos.
Data penerima dan desil bersifat dinamis.
Karena itu, masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat menggunakan jalur pembaruan data yang disediakan pemerintah.
Periksa KKS dan Rekening Bank Penyalur
KPM yang menerima PKH melalui bank juga perlu memastikan KKS atau rekening yang digunakan masih aktif dan dapat digunakan untuk transaksi.
Kendala penyaluran dapat berkaitan dengan rekening tidak aktif, rekening tidak ditemukan, ketidaksesuaian nama atau nomor rekening, maupun perubahan kanal penyaluran.
Karena itu, apabila status penerima masih tercatat tetapi dana belum masuk, KPM tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa kepesertaan telah dihentikan.