Sekitar 600 ribu hektare berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan sekitar 600 ribu hektare berada di Kabupaten Musi Banyuasin. Sisanya tersebar di enam kabupaten/kota lainnya," jelasnya.
BACA JUGA:Perkuat Akses Keadilan, Kemenkum Sumsel Ikuti Rakor Pembinaan Posbankum Desa/Kelurahan
BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Dorong Optimalisasi Anggaran dan Penguatan Kinerja Jajaran
Untuk memperkuat pengendalian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus meningkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta melibatkan perusahaan pemegang konsesi agar bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing.
"Kami sudah instruksikan perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap ring satu dari kebun dan wilayah konsesinya. Bagi yang melanggar akan kami tindak tegas, termasuk pencabutan izin," tegas Herman Deru.
Selain pencegahan dan pemadaman, Pemprov Sumsel juga terus melakukan pengendalian melalui pembangunan dan pemeliharaan kanal air gambut.
Kanal tersebut memiliki dua fungsi, yakni menjaga kelembapan gambut sekaligus menjadi sumber air untuk kebutuhan water bombing.
"Kami sangat terbantu dengan dukungan BNPB. Namun, kanal ini perlu pemeliharaan karena terjadi sedimentasi, sehingga perlu dilakukan perawatan agar tetap berfungsi optimal," ujarnya.
Dalam rapat terbatas tersebut, Herman Deru juga menyampaikan kebutuhan tambahan sarana penanganan karhutla, khususnya armada water bombing, pompa air, serta perlengkapan pendukung bagi petugas di lapangan.
"Saat ini sudah ada lima unit water bombing yang bergerak dan dua unit untuk patroli. Biasanya saat cuaca panas, Sumsel membutuhkan sekitar sembilan unit," ungkapnya.
Herman Deru juga melaporkan bahwa Sumatera Selatan telah membangun 12 titik sumur bor.
Namun, masih dibutuhkan tambahan mesin pompa dan selang agar sumber air tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam penanganan karhutla.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta agar kebutuhan tambahan segera diajukan dan menyetujui dukungan berupa 500 sumur bor dan 500 unit pompa air beserta perlengkapannya untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan.
Selain itu, Presiden Prabowo mengapresiasi Babinsa yang memodifikasi singkong menjadi alat pemadam api berbentuk jelly.
Presiden Prabowo juga memberikan bantuan berupa 100 unit sepeda motor trail yang telah dimodifikasi dan dapat membawa alat pemadam api ringan (APAR).
Dukungan lainnya berupa 500 unit pompa air dengan panjang selang mencapai satu kilometer.