Indeks-indeks saham Wall Street kompak ditutup melemah pada perdagangan terhitung 31 Agustus ini

Selasa 01-09-2026,11:55 WIB
Reporter : Septi
Editor : Bambang

PALPOS.CO - Kinerja pasar saham yang melemah terjadi setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali terlibat aksi saling serang untuk pertama kalinya dalam sebulan. 

Meski melemah pada perdagangan sesi kemarin, Dow Jones tumbuh lebih dari 1% sekaligus membukukan kenaikan bulanan lima bulan berturut-turut.

Penguatan bulanan juga diraih S&P 500 sebesar 2,6% dan Nasdaq sebesar 3,9%, didorong lonjakan sektor teknologi S&P 500 yang naik lebih dari 6% akibat penguatan saham berbasis kecerdasan buatan.

Dijelaskan Kepala Kantor Perwakilan BEI Sumatera Selatan, Hari melalui siaran resmi BRI jika tensi konflik AS-Iran yang kembali meningkat turut membebani sentimen pasar.

BACA JUGA:Sebanyak 5 Ribu Masker Dibagikan Astra Motor Sumsel untuk Masyarakat Sumsel

BACA JUGA:Satu Hati, Honda Peduli, Astra Motor Sumsel Bagikan 5.000 Masker untuk Masyarakat Sumsel

Pasukan AS melancarkan serangan udara terhadap dua peluncur rudal Iran yang berada di Pulau Larak, kawasan strategis di Selat Hormuz. Aksi ini menjadi serangan langsung AS terhadap wilayah Iran sejak Juli lalu. 

Serangan dilakukan di tengah sinyal sebelumnya dari AS yang mengindikasikan pergeseran menuju tekanan ekonomi melalui penerapan sanksi perdagangan yang lebih ketat.

Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan balasan yang menyasar posisi militer AS di Yordania.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan tindakan terhadap Pulau Kharg, salah satu fasilitas penting ekspor minyak Iran.

BACA JUGA:Bansos 2026: Syarat dan Cara Daftar Bansos PKH Ibu Hamil Rp750 Ribu, Cek Jadwal Pencairannya

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Sumatera Barat: Wacana Kabupaten Pasaman Utara dengan Potensi Alam Yang Memukau

" Eskalasi tersebut langsung mendorong harga minyak dunia. Di mana harga minyak mentah Brent melonjak 5,3% menjadi USD90,71 per barel," jelasnya.

•Selain faktor geopolitik, pergerakan Wall Street juga dipengaruhi perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS.

Dalam pidato perdananya pada simposium Jackson Hole, Warsh menegaskan komitmen The Fed untuk mengendalikan tekanan harga yang masih persisten. 

Kategori :