Meski demikian, sejak awal Pertamina EP Prabumulih bekerja sama dengan pemerintah setempat memberi penanda batas aman (safety line) dan sosialisasi mengenai batas tersebut.
BACA JUGA:Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
BACA JUGA:PLN Perkuat Keandalan Listrik Sumatera Bagian Selatan melalui Komisioning Relay Defence Scheme
•“Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun bahaya keselamatan bagi warga. Indikator pada gas detector menunjukkan kondisi dalam batas aman,” terang Luthfi.
Perusahaan menghimbau masyarakat untuk tidak mendekat dan melakukan aktivitas di dekat lokasi kejadian agar tim bisa fokus menyelesaikan pekerjaan dengan aman dan selamat.
Bagi yang beraktivitas di sekitar lokasi, telah disosialisasikan untuk tidak merokok dan menyalakan api.
Pertamina EP Prabumulih menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan perangkat pemerintahan setempat yang bekerjasama dengan baik selama penanggulangan berlangsung.
Pertamina EP Prabumulih juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Informasi disampaikan pada Plt. Kepala Desa Pagar Dewa Erik Prayitno, Kepala Desa Karang Agung Bayu Virmansyah dan Camat Lubai Ulu Taufik Azrulah, beserta jajaran perangkatnya.
“Penjelasan dari pihak Pertamina dan survey bersama sudah dilakukan untuk kita sama-sama menjaga keamanan dan keselamatan.
Harapan kami terus diberi informasi apabila ada perkembangan dan selalu koordinasi. Kami siap support,” kata Camat Lubai Ulu, Taufik Azrulah.
Selain dengan pemerintahan setempat, perusahaan terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas, untuk memastikan penanganan bisa segera dituntaskan dengan mengutamakan keselamatan pekerja, masyarakat, serta lingkungan.
Sementara itu, Tim Pertamina juga terus bekerja dengan cepat dan cermat dengan berbagai kajian untuk mendukung penanganan crater yang tepat serta pemantauan secara berkala untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi crater.(*)