BATURAJA — Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami lonjakan signifikan.
Di Pasar KORPRI Baturaja, harga cabai setan atau cabai rawit merah yang paling diminati konsumen kini tembus di angka Rp80.000 per kilogram setelah merangkak naik sejak sepekan terakhir.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Kamis (10/9) hampir seluruh jenis cabai mengalami penyesuaian harga.
Cabai merah keriting yang sebelumnya dijual Rp55.000 kini naik menjadi Rp60.000 per kilogram, sementara cabai burung melonjak dari harga awal Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram.
BACA JUGA:Wabup OKU Temui Menteri Koperasi, Dorong Koperasi Jadi Motor Ekonomi Daerah
BACA JUGA:Cegah Judol, Wakapolres OKU Periksa HP Personel Usai Apel Pagi
Lonjakan harga ini tidak hanya terjadi pada komoditas cabai, tetapi juga merembet ke berbagai jenis sayur-mayur akibat dampak musim kemarau yang melanda sentra produksi.
Sejumlah kebutuhan dapur mengalami kenaikan tajam, di antaranya: Buncis: dari Rp15.000 menjadi Rp25.000 per kilogram. Kubis: dari Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram.
Jagung: dari Rp10.000 menjadi Rp17.000 per kilogram. Terong: dari Rp 7.000 menjadi Rp12.000 per kilogram. Kacang panjang: Di kisaran Rp 10.000 per ikat.
Selain harganya yang mahal, kelangkaan pasokan juga melanda beberapa jenis sayuran lokal seperti sawi, bayam, hingga labu siam yang terpantau kosong di tingkat pedagang pasar.
BACA JUGA:Kebakaran Lahan Kosong di Baturaden Lubuk Raja, Warga dan Petugas Bergerak Cepat
BACA JUGA:Satlantas Polres OKU Tertibkan Kendaraan ODOL
Salah seorang pedagang sayur di Pasar KORPRI, Santi mengaku resah dan bingung dengan kondisi pasokan saat ini.
Kenaikan harga terjadi secara menyeluruh, terutama untuk pasokan yang didatangkan dari luar wilayah OKU seperti Liwa dan Danau Ranau yang menjadi sentra produksi sayur.
“Berapo lagi kami jual, sayur-sayur naik galo,” keluh Santi dengan nada bingung.