“Upaya sudah dilakukan pemerintah daerah bersama berbagai pihak untuk mengendalikan karhutla. Kita berharap upaya ini berhasil,” katanya.
Selain upaya pengendalian di lapangan, pemerintah dan masyarakat juga melakukan ikhtiar keagamaan melalui pelaksanaan salat istisqa.
Edward berharap hujan segera turun sehingga kebakaran hutan dan lahan dapat berakhir serta kondisi udara kembali nyaman bagi masyarakat.
“Kita juga melaksanakan salat istisqa, semoga Allah SWT menurunkan hujan sehingga karhutla berakhir dan kita bisa kembali menghirup udara yang nyaman,” ujarnya.
Kolaborasi untuk Lindungi Masyarakat
Aksi pembagian 8.000 masker tersebut menjadi salah satu contoh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam menghadapi dampak karhutla.
Keterlibatan APHI Komda Sumatera Selatan bersama Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group menunjukkan bahwa penanganan dampak bencana lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai bentuk dukungan.
Selain pemerintah dan perusahaan, keterlibatan organisasi masyarakat, lembaga sosial, mahasiswa dan komunitas pengemudi ojek online juga memperluas jangkauan kegiatan.
Sebanyak 80 relawan yang turun langsung ke lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan masker tidak hanya berhenti pada penyaluran, tetapi benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Bagi masyarakat yang masih harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah, masker dapat menjadi salah satu perlengkapan yang digunakan untuk membantu mengurangi paparan asap.
Meski demikian, perlindungan kesehatan masyarakat tetap membutuhkan langkah yang lebih luas, terutama melalui pengendalian sumber kebakaran dan perbaikan kualitas udara.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat diharapkan terus berjalan selama kondisi karhutla masih menjadi perhatian.
Kegiatan “Peduli Berbagi Masker” juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kesehatan selama kondisi udara terdampak asap merupakan tanggung jawab bersama.
Semangat “Bersama Melindungi, Bersama Sehatkan Negeri” menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut.
Dengan kepedulian dan kerja sama berbagai pihak, masyarakat diharapkan dapat tetap terlindungi sembari menunggu kondisi udara Sumatera Selatan kembali membaik.
Pembagian 8.000 masker di delapan titik Kota Palembang bukan hanya menjadi aksi sosial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa menghadapi dampak karhutla membutuhkan kebersamaan.
Pemerintah terus melakukan pengendalian di lapangan, dunia usaha memberikan dukungan, sementara masyarakat diharapkan turut menjaga kesehatan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperbesar risiko kebakaran hutan dan lahan.