Selain kerusakan pompa, kondisi sumber air baku juga menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Perumdam Lematang Enim.
BACA JUGA:Persiapan Porprov 2027, KONI Muara Enim Tempa 80 Atlet Lewat Puslatkab
BACA JUGA:Batik Boek Khaman, Gores Perjuangan Perempuan Lubuk Raman Bangkitkan Ekonomi
Debit air baku saat ini mengalami penurunan, bahkan kondisi sungai semakin dangkal dan banyak mengandung pasir.
"Air baku kita tidak memadai lagi, sekarang kami sedang mencari solusi. Debitnya menurun, dangkal dan berpasir," katanya.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kinerja mesin pompa. Material pasir dan kondisi air baku membuat mesin bekerja lebih berat hingga menyebabkan pompa mengalami kerusakan. "Jadi berdampak ke mesin, sehingga terbakar pompa kita,"ujarnya.
Rina menjelaskan, pihaknya sempat mengoperasikan kembali pompa pada Minggu sore setelah pompa diturunkan untuk menggantikan unit yang rusak.
Namun, operasional kembali terganggu karena amper mesin kembali tinggi. "Sempat operasional kemarin sore karena hari Minggu sudah kita turunkan, tapi ternyata terdampak lagi, amperenya tinggi," jelasnya.
Sebagai langkah penanganan sementara, Perumdam Lematang Enim juga mempertimbangkan untuk meminjam pompa dari cabang lain.
Namun, upaya tersebut dinilai belum menjadi solusi jangka panjang apabila kondisi air baku masih mengalami persoalan. "Misalnya kami pinjam dulu ke cabang lain, tapi ya itu, kalau air bakunya begini," katanya.
Untuk solusi jangka panjang, Perumdam Lematang Enim mengaku telah melakukan sejumlah survei dan mengusulkan pemindahan intake ke Sungai Lematang. Usulan tersebut kini masih menunggu tindak lanjut, dengan estimasi pelaksanaan pada tahun depan.
"Kami juga sudah sering survei. Kita sudah usulkan intake untuk dialihkan ke Sungai Lematang. Jadi kami menunggu dari mereka, estimasinya tahun depan,"ungkap Rina.
Ia menegaskan, pihak Perumdam Lematang Enim telah berupaya mengatasi gangguan yang terjadi, namun kondisi sumber air baku dan kerusakan peralatan menjadi kendala yang harus dihadapi.
"Kami sudah berusaha. Tapi memang beginilah keadaannya. Intinya memang benar lima hari terganggu, karena butuh perbaikan juga di bengkel,"katanya.
Di tengah gangguan distribusi tersebut, Perumdam Lematang Enim juga mempersilakan warga yang membutuhkan air untuk mengambil persediaan air yang masih tersedia di instalasi pengolahan air (WTP), selama stok air masih mencukupi.
"Kalau warga mau mengambil, kami persilakan selagi WTP masih ada isinya," pungkasnya.(ozi)