Beberapa sinyal antara lain jempol kiri ke atas sebagai tanda mulai berkendara, gerakan tangan ke atas atau bawah untuk menambah atau mengurangi kecepatan, serta kepalan tangan sebagai tanda berhenti.
BACA JUGA:Jawa 42 FJ All Stars Jadi Ancaman Baru Royal Enfield, Ini Spesifikasi dan Harganya.
BACA JUGA:Italjet Dragster 459 Twin Skutik Italia Paling Brutal Kini Hadir di Indonesia, Segini Harganya.
Ada pula tanda “X” menggunakan kedua tangan sebagai arahan untuk mematikan mesin.
Sinyal tangan lainnya dapat digunakan untuk memberikan informasi mengenai arah belok, putar balik, hambatan di jalan, rambu lalu lintas, kondisi bermasalah, hingga perubahan formasi rombongan.
3. Tetap terhubung ketika barisan terputus
Barisan rombongan dapat terpisah karena kondisi lalu lintas, persimpangan, maupun situasi lainnya. Ketika hal tersebut terjadi, peserta perlu tetap menjaga komunikasi.
Pengendara dapat memberikan tanda kepada peserta di depannya agar informasi diteruskan hingga road captain.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, rombongan dapat mengurangi kecepatan atau menepi di lokasi yang aman.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh anggota rombongan tetap terkoordinasi tanpa mengambil keputusan secara tergesa-gesa di tengah lalu lintas.
4. Tertib saat mengisi BBM
Pengisian bahan bakar minyak (BBM) juga perlu dilakukan secara tertib ketika touring bersama rombongan.
Peserta dianjurkan mengatur antrean dengan rapi dan tidak mengganggu pengguna SPBU lainnya.
Koordinasi mengenai proses pengisian hingga pembayaran juga perlu dilakukan agar kegiatan berlangsung lebih cepat dan teratur.
Dengan koordinasi yang baik, rombongan dapat kembali melanjutkan perjalanan tanpa menimbulkan kepadatan atau mengganggu aktivitas pengguna lain.
5. Perhatikan kondisi saat parkir