Berbagai Penyebab:
1. Stres
Stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem hormonal yang mengatur siklus menstruasi. Perubahan tersebut dapat membuat menstruasi menjadi tidak teratur dan menimbulkan berbagai keluhan fisik.
Meski demikian, nyeri perut bagian bawah tidak sebaiknya hanya dianggap sebagai akibat stres sebelum penyebab lain disingkirkan, terutama jika nyeri berulang atau semakin berat.
2. Gangguan Saluran Kemih dan Pencernaan
Nyeri di perut bagian bawah juga dapat berasal dari sistem tubuh yang bukan organ reproduksi.
Infeksi saluran kemih, batu saluran kemih, konstipasi, infeksi saluran pencernaan, hingga peradangan pada organ pencernaan dapat menyebabkan nyeri di area tersebut.
Jika nyeri disertai buang air kecil berdarah, demam, muntah atau gangguan buang air besar, pemeriksaan dokter diperlukan untuk mencari penyebabnya.
3. Kehamilan
Pada awal kehamilan, sebagian perempuan dapat mengalami kram ringan yang menyerupai nyeri menstruasi. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh mengalami berbagai perubahan untuk mendukung kehamilan.
Namun, nyeri pada awal kehamilan tidak selalu berarti kondisi normal. Bila nyeri sangat kuat, terutama jika disertai perdarahan atau pusing hebat, diperlukan pemeriksaan medis untuk memastikan tidak terjadi komplikasi seperti kehamilan ektopik.
4. Gangguan Hormon dan Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid berperan dalam mengatur berbagai proses metabolisme tubuh. Gangguan fungsi tiroid dapat memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.
Perubahan hormon tersebut dapat mengganggu ovulasi dan siklus menstruasi. Akibatnya, seseorang dapat mengalami gangguan haid sekaligus keluhan seperti kram atau nyeri pada area panggul.
5. Kista Ovarium
Kista ovarium merupakan kantong berisi cairan atau jaringan yang terbentuk pada ovarium. Banyak kista bersifat jinak dan dapat menghilang sendiri, tetapi sebagian dapat menimbulkan keluhan.