Menara Api 32 Meter Pantau Karhutla 24 Jam di Musi Banyuasin

Rabu 30-09-2026,16:23 WIB
Reporter : Romi
Editor : Bambang

SEKAYU, PALPOS.CO — Pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, dilakukan selama 24 jam melalui menara api yang berada di Distrik Sembilang, wilayah operasional PT Sumber Hijau Permai (SHP).

Menara setinggi 32 meter tersebut memiliki jangkauan pandang sekitar 7–10 kilometer. Dari titik itu, petugas mengawasi kemunculan asap maupun indikasi kebakaran agar informasi dapat segera diteruskan untuk ditindaklanjuti di lapangan.

Pada siang hari, pemantauan dilakukan personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) bersama Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) yang juga melakukan patroli. Sementara pada malam hari, dua personel RPK berjaga secara bergantian.

Amiril dari KPH Lalan Mendis menekankan pentingnya keberadaan menara api sebagai bagian dari sistem deteksi dini pengendalian karhutla.

BACA JUGA:Herman Deru Apresiasi Capaian Muba, Ketua DPRD Ajak Hadapi Tantangan dengan Gotong Royong

BACA JUGA:Sinergi Cepat Berbuah Hasil, Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

“Menara api tersebut sebagai sarana prasarana untuk Deteksi Dini Pengendalian Karhutla yang wajib dimiliki oleh setiap pemegang PBPH sesuai dengan ketentuan dlm Permen LHK No. 32 Tahun 2016,” kata Amiril.

Petugas di menara dilengkapi teropong, GPS, kompas, radio komunikasi, serta alat pelindung diri. Hasil pengamatan diperbarui kepada Pusat Komando dan Pengendalian (Puskodal) setiap satu jam.

Jika ditemukan asap atau indikasi kebakaran, informasi mengenai lokasi dan arah kejadian langsung dilaporkan untuk diverifikasi.

“Dalam pengendalian karhutla, kecepatan informasi sangat menentukan respons di lapangan.

BACA JUGA:Lapas Sekayu Tertibkan Kamar Hunian, Tak Ditemukan Barang di Luar Ketentuan

BACA JUGA:Tak Perlu Ribet, BRImo Jadi Solusi Transaksi Digital Masyarakat Musi Banyuasin

Karena itu, setiap indikasi yang terlihat dari menara maupun ditemukan melalui patroli harus segera diverifikasi dan diteruskan agar tim terdekat dapat bergerak secepat mungkin,” kata Koordinator Fire Prevention PT Sumber Hijau Permai Opy Caezar.

Pemantauan tidak hanya mengandalkan menara api. Sejumlah wilayah yang tidak terjangkau pengamatan atau blank spot dipantau melalui patroli menggunakan sepeda motor, mobil, speed boat, hingga drone.

Kendaraan patroli juga membawa peralatan pemadaman mekanis maupun manual agar petugas dapat melakukan penanganan awal apabila menemukan indikasi kebakaran.

Kategori :