Dua Program Pemberdayaan Masyarakat PHE OKRT Raih Platinum dan Gold di IRBA 2026

Rabu 30-09-2026,20:05 WIB
Reporter : Prabu
Editor : Bambang

Melalui program tersebut, PHE Ogan Komering bersama masyarakat mendirikan Rumah Pusat Studi Budidaya Maggot.

BACA JUGA:Gelar Ops Sikat I Musi 2026, Polsek Lubuk Batang Ringkus Pelaku Pungli

BACA JUGA:Kantah OKU Hadirkan Inovasi Antar Jemput Sertipikat Tanah Wakaf hingga ke Masyarakat

Fasilitas ini tidak hanya menjadi lokasi pengembangan budidaya maggot, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami bagaimana sampah organik dapat dikelola dan dimanfaatkan secara produktif.

Keberadaan Rumah Pusat Studi Budidaya Maggot diharapkan dapat memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.

Program Kompas Lestari sendiri bukan kali pertama mendapatkan apresiasi. Sebelumnya, program tersebut juga telah memperoleh pengakuan dalam sejumlah ajang penghargaan, salah satunya IDX Channel Anugrah ESG 2024.

Sementara itu, penghargaan Gold yang diraih PHE Raja Tempirai diberikan melalui program Eko Wisata Embung Desa atau BENING, akronim dari Biointegrasi Ekowisata Nir-Limbah Inovasi Nyata dan Gemilang.

Program tersebut dilaksanakan di Desa Betung Barat, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Konsep yang diusung tidak hanya mengembangkan potensi wisata desa, tetapi juga mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan melalui pengelolaan tanpa limbah atau zero waste.

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya PHE Raja Tempirai dalam mendorong masyarakat untuk melihat potensi lingkungan dan sumber daya desa sebagai sesuatu yang dapat dikelola secara produktif tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan.

Program Eko Wisata Embung Desa sebelumnya juga turut mendukung pencapaian PHE Raja Tempirai dalam meraih penghargaan PROPER Hijau yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup tahun ini.

Heri menegaskan, penghargaan yang diterima bukan menjadi akhir dari pelaksanaan program. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus melakukan pengembangan dan memperkuat kerja sama dengan masyarakat.

Menurutnya, tantangan lingkungan ke depan membutuhkan pendekatan yang semakin adaptif. Karena itu, kolaborasi antara perusahaan, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya menjadi salah satu kunci agar berbagai program pemberdayaan dapat terus memberikan dampak positif.

"Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dan mendorong program-program yang lebih adaptif terhadap tantangan lingkungan," pungkasnya. (abu)

Kategori :